Manipulasi Data PNS Difabel, Pemerintah Jepang Minta Maaf

Kompas.com - 28/08/2018, 15:10 WIB
Gedung perkantoran di Tokyo Jepangworldpropertychannel.com Gedung perkantoran di Tokyo Jepang

TOKYO, KOMPAS.com - Pemerintah Jepang pada Selasa (28/8/2018) menyampaikan permintaan maaf karena secara reguler memanipulasi data penyandang disabilitas yang bekerja di pemerintahan.

Pemerintah Jepang diketahui melebihkan jumlah pegawai berkebutuhan khusus untuk memenuhi kuota sesuai dengan aturan hukum berlaku.

Ribuan pegawai negeri sipil berbadan sehat yang tersebar di 27 kementerian dan lembaga pemerintah dianggap sebagai difabel.

"Kami sangat meminta maaf atas sesuatu yang seharusnya tidak terjadi pada pemerintah, yang memiliki tanggung jawab untuk mengamankan dan menstabilkan pekerjaan bagi penyandang disabilitas," kata juru bicara pemerintah Yoshihide Suga.

Baca juga: Pemerintah Jepang Anggap Korea Utara Masih Jadi Ancaman Serius

Dia menyatakan, pemerintah akan membentuk kelompok kerja yang dikepalai kementerian tenaga kerja untuk menyelidiki kasus tersebut. Dia juga mendesak agar pemerintah daerah melakukan pemeriksaan terhadap pegawainya.

Menteri Kesehatan Katsunobu Kato mengatakan ribuan orang salah dihitung sebagai difabel, misalnya seorang penderita diabetes dianggap masuk kategori tersebut.

Ketika angka-angka itu direvisi, rasio pegawai pemerintah penyandang disabilitas turun dari 2,49 persen menjadi 1,19 persen.

Padahal pada penetapan target tahun fiskal lalu, Jepang menargetkan kuota perekrutan penyandang disabilitas di kementerian minimal 2,3 persen, dengan kuota 2 persen untuk sektor swasta.

"Kami akan melakukan upaya untuk memenuhi persyaratan hukum tahun ini," ucap Kato.

"Tetapi jika itu menjadi sulit, kami akan menyusun rencana untuk mencapai tujuan tahun depan karena undang-undang mengharuskan kami melakukan hal demikian," ujarnya.

Sebagian menilai skandal tersebut merupakan bukti diskriminasi pemerintah terhadap komunitas difabel.

"Ini menyiratkan bahwa jauh di dalam pemerintahan berharap untuk tidak mempekerjakan pegawai dari penyandang disabilitas," kata kelompok Japan Council on Disability.

Baca juga: Batal ke Pyongyang, Pompeo Telepon Menlu Korsel dan Jepang

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Seiko Noda yang putranya merupakan penyandang disabilitas, mengatakan pejabat di kementeriannya mengonfirmasi telah memanipulasi data.

"Saya sangat terkejut mendengar bahwa hal seperti itu terjadi, meski saya tidak tahu angka pastinya," katanya.

Skandal itu disebut sebagai hal yang memalukan bagi pemerintah Jepang jelang dua tahun sebelum negara itu menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas dan Paralimpiade.



Terkini Lainnya

Terima Kunjungan Presiden Ukraina, Kanselir Jerman Kejang-kejang

Terima Kunjungan Presiden Ukraina, Kanselir Jerman Kejang-kejang

Internasional
Ditabrak Rombongan Pangeran William-Kate Middleton, Nenek 83 Tahun Alami Luka Serius

Ditabrak Rombongan Pangeran William-Kate Middleton, Nenek 83 Tahun Alami Luka Serius

Internasional
Terkena Kondisi Aneh, Payudara Wanita Ini Tumbuh Tak Terkendali

Terkena Kondisi Aneh, Payudara Wanita Ini Tumbuh Tak Terkendali

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] AS Kirim Pasukan ke Timur Tengah | China dan Jepang Diguncang Gempa

[POPULER INTERNASIONAL] AS Kirim Pasukan ke Timur Tengah | China dan Jepang Diguncang Gempa

Internasional
YouTuber Ini Beli Sebuah Kota Kecil di AS untuk Diubah Namanya

YouTuber Ini Beli Sebuah Kota Kecil di AS untuk Diubah Namanya

Internasional
PBB: Indonesia Ikut Bertanggung Jawab dalam Pertumbuhan Populasi Dunia pada 2050

PBB: Indonesia Ikut Bertanggung Jawab dalam Pertumbuhan Populasi Dunia pada 2050

Internasional
Trump Sebut Serangan Kapal Tanker di Teluk Oman Masalah Kecil

Trump Sebut Serangan Kapal Tanker di Teluk Oman Masalah Kecil

Internasional
Kelaparan, Seekor Beruang Kutub Ditemukan Berkeliaran di Siberia

Kelaparan, Seekor Beruang Kutub Ditemukan Berkeliaran di Siberia

Internasional
Diultimatum soal Pembelian S-400, Turki Sebut AS Tak Bertindak Layaknya Sekutu

Diultimatum soal Pembelian S-400, Turki Sebut AS Tak Bertindak Layaknya Sekutu

Internasional
Gempa Berkekuatan 6,8 Landa Jepang, Picu Peringatan Tsunami

Gempa Berkekuatan 6,8 Landa Jepang, Picu Peringatan Tsunami

Internasional
Catatkan Rekor, 885 Pendaki Capai Puncak Everest di Bulan Mei

Catatkan Rekor, 885 Pendaki Capai Puncak Everest di Bulan Mei

Internasional
Rusia: Kami Korban Serangan Siber AS selama Bertahun-tahun

Rusia: Kami Korban Serangan Siber AS selama Bertahun-tahun

Internasional
Ledakan Misterius di Perbatasan China-Korut karena Aktivitas Penambangan Batu

Ledakan Misterius di Perbatasan China-Korut karena Aktivitas Penambangan Batu

Internasional
Tak Ada Listrik di Rumah, Bocah Ini Kerjakan PR di Bawah Lampu Jalanan

Tak Ada Listrik di Rumah, Bocah Ini Kerjakan PR di Bawah Lampu Jalanan

Internasional
Trump Kirim 1.000 Tentara ke Timur Tengah, Rusia Peringatkan AS untuk Menahan Diri

Trump Kirim 1.000 Tentara ke Timur Tengah, Rusia Peringatkan AS untuk Menahan Diri

Internasional

Close Ads X