Deportasi 47 Migran Ilegal Asal Vietnam, Pemerintah Jepang Dikritik

Kompas.com - 27/08/2018, 20:36 WIB
Hoang Van Hiep (52), pengungsi asal Vietnam, harus berpisah dari istrinya yang dideportasi pemerintah Jepang. SCMP / KYODO NEWSHoang Van Hiep (52), pengungsi asal Vietnam, harus berpisah dari istrinya yang dideportasi pemerintah Jepang.

TOKYO, KOMPAS.com - Pemerintah Jepang telah memulangkan setidaknya 46 orang warga Vietnam yang telah tinggal secara ilegal selama bertahun-tahun.

Diberitakan Kyodo News, berdasarkan dokumen dari Departemen Kehakiman, warga Vietnam yang dideportasi merupakan anggota dari 12 keluarga.

Namun tindakan pemerintah mendeportasi warga Vietnam tersebut menuai kritik lantaran di antara mereka telah berkeluarga dan memiliki anak yang lahir di Jepang.

Salah satunya Hoang Van Hiep (52) yang diakui sebagai pengungsi oleh Tokyo.

Baca juga: Cegah Deportasi Pencari Suaka, Gadis ini Bikin Pesawat Telat Terbang

Hiep kini harus berjuang sendirian merawat putranya yang baru berusia lima tahun, setelah istrinya, Nguyen Thi Loan Phoung (46) dipulangkan paksa oleh pemerintah Jepang.

Phoung dideportasi pada 8 Februari 2018 lalu dengan penerbangan dari Bandara Haneda ke Hanoi setelah diketahui tinggal secara ilegal di Jepang hingga lebih dari 21 tahun.

Kepada Kyodo, Phoung mengatakan, selalu bersedih saat mengingat tangisan putranya ketika mereka dipisahkan oleh petugas imigrasi, yang kemudian menahannya, sepekan sebelum dirinya dideportasi.

"Anak saya menangis. Saya masih belum bisa melupakan suara tangisannya saat itu," ujarnya.

Dikatakan Hiep, istrinya yang hanya seorang ibu rumah tangga sebelumnya juga sempat dideportasi pada 2007, namun kembali ke Jepang dengan menggunakan paspor saudara perempuannya. Keduanya lantas menikah di Jepang

Hiep mengatakan dirinya hanya ingin berkumpul bersama anak dan istrinya. Namun kembali ke Vietnam tidak memungkinkan lantaran dirinya yang berstatus pengungsi. Selain itu, putranya hanya bisa berbahasa Jepang.

"Istri saya memang telah melanggar hukum imigrasi, tapi dia menyesalinya," kata Hiep.

Kritik atas keputusan deportasi tersebut datang dari organisasi solidatiras migran Jepang, yang mengatakan pemerintah Tokyo tidak berbeda dengan AS karena memisahkan anak-anak migran dari orangtua mereka.

Baca juga: Jepang Deportasi Dua Nelayan asal Korea Utara

"Atas dasar kemanusiaan, pemerintah seharusnya dapat mengeluarkan izin tinggal khusus untuk penduduk ilegal yang telah lama tinggal dengan keluarga mereka di sini," kata Motoko Yamagishi, sekretaris jenderal Jaringan Solidaritas Migran Jepang.

Jumlah penduduk ilegal yang masuk dan tinggal di Jepang terus bertumbuh sejak 1980-an ketika mereka bekerja di pabrik dan konstruksi. Banyak dari mereka yang kemudian menetap dan mulai berkeluarga.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber SCMP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X