Kompas.com - 27/08/2018, 19:29 WIB
Seorang perempuan warga Palestina memegang bendera negaranya saat terjadi bentrokan dengan pasukan Israel di dekat perbatasan antara jalur Gaza dan Israel, di sebelah timur Kota Gaza, Senin (14/5/2018). Otoritas Palestina menyebut pasukan Israel telah menewaskan 55 orang dan melukai 2.700 orang dalam aksi protes dan bentrokan menentang pembukaan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Yerusalem. AFP PHOTO/MAHMUD HAMSSeorang perempuan warga Palestina memegang bendera negaranya saat terjadi bentrokan dengan pasukan Israel di dekat perbatasan antara jalur Gaza dan Israel, di sebelah timur Kota Gaza, Senin (14/5/2018). Otoritas Palestina menyebut pasukan Israel telah menewaskan 55 orang dan melukai 2.700 orang dalam aksi protes dan bentrokan menentang pembukaan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Yerusalem.

RAMALLAH, KOMPAS.com - Palestina menuduh Amerika Serikat memangkas dana bantuan untuk Tepi Barat dan Jalur Gaza agar Ramallah mengakhiri klaim negaranya atas Kota Yerusalem.

Pada Jumat (24/8/2018) lalu, pemerintah AS telah mengumumkan akan memangkas bantuan untuk Tepi Barat dan Jalur Gaza sebesar 200 juta dolar (sekitar Rp 2,9 triliun).

Tindakan tersebut, diyakini Ramallah sebagai upaya memberikan tekanan politik kepada otoritas Palestina agar menyerah pada tuntutan Israel dan Washington.

Melansir dari The New Arab, juru bicara presiden Mahmoud Abbas, Nabil Abu Rdeneh mengatakan tekanan finansial tersebut bermotif politik dan bahwa AS sepenuhnya sadar tidak akan ada perdamaian jika Yerusalem Timur tidak menjadi ibu kota masa depan Palestina.

Baca juga: AS Potong Bantuan untuk Gaza dan Tepi Barat Rp 2 Triliun

Telah dikemukakan sebelumnya, bahwa pemotongan dana bantuan ke Jalur Gaza dikarenakan wilayah tersebut saat ini berada di bawah kontrol Hamas.

Washington juga menuduh dana bantuan yang diberikan digunakan oleh otoritas Palestina untuk membayar tunjangan kepada keluarga yang anggotanya telah tewas, terluka atau ditahan Israel.

Tindakan tersebut dianggap pemerintah AS telah mendorong tindakan terorisme oleh warga Gaza, sehingga menuntut agar presiden Abbas menghapuskan tunjangan tersebut.

Sejumlah pejabat AS turut mengkritik pemotongan dana untuk Gaza tersebut dan menyebutnya kontra-produktif.

Mantan direktur USAID untuk wilayah Palestina, Dave Harden, menyebut AS sedang memberikan jarak kepada Hamas di Gaza.

"Tidak ada seorang profesional keamanan pun yang merekomendasikan pemotongan bantuan di Gaza. Tidak seorang pun," kata Dave.

Sebelumnya, kecaman juga datang dari anggota komite eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Hanan Ashrawi, yang menyebut langkah AS sama dengan  tindakan pemerasan kepada Palestina.

"Pemerintah AS sedang menunjukkan penggunaan pemerasan murahan sebagai alat politik," kata Ashrawi dilansir AFP.

Baca juga: Pangkas Dana Bantuan untuk Gaza, AS Disebut Memeras Palestina



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X