Kompas.com - 27/08/2018, 16:31 WIB

DAMASKUS, KOMPAS.com - Iran dan Suriah menandatangani kerja sama dalam bidang militer serta sepakat untuk memulai usaha pemulihan.

Kesepakatan itu ditandatangani oleh menteri pertahanan kedua negara. Iran diwakili Amir Hatami. Sedangkan Suriah Ali Abdullah Ayoub.

Middle East Eye mewartakan Senin (27/8/2018), Hatami berkunjung ke Damaskus selama dua hari. Dia menggelar pertemuan dengan Ayoub dan Presiden Bashar al-Assad.

Baca juga: Putin Ajak Eropa Ikut Berkontribusi Membangun Kembali Suriah

"Saat ini, Suriah telah melewati fase krisis, dan mulai memasuki fase pemulihan," kata Hatami kepada kantor berita Tasnim.

Hatami menyatakan, dalam perjanjian pertahanan yang disepakati, terdapat poin bahwa Iran tetap melanjutkan keberadaan dan partisipasi di Suriah.

Sejak perang sipil pecah di Suriah pada 2011, Iran menyediakan bantuan militer, finansial, dan politik atas undangan Assad.

Selain Iran, Assad juga mengundang Rusia yang merespon dengan mengirimkan 63.000 pasukannya. Bantuan tersebut membuat Assad berbalik menekan pemberontak.

Adanya bantuan dari Iran membuat Amerika Serikat (AS) bereaksi. Negeri "Paman Sam" meminta agar Teheran angkat kaki dari Suriah.

Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton berkata, Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu Presiden AS Donald Trump di Helsinki, Finlandia, Juli lalu.

Dalam pertemuan tersebut, Bolton menjelaskan isu mengenai keterlibatan Iran di Suriah juga masuk ke agenda diskusi mereka.

Bolton berujar, Putin sepakat bahwa pasukan Iran harus keluar dari Suriah dikarenakan Iran punya kepentingan yang berbeda dengan Rusia.

"Ini diskusi mengenai perlunya tentara Iran, baik yang reguler maupun non-reguler, untuk meninggalkan Suriah," tutur dia.

Ucapan Bolton disikapi Teheran yang menegaskan mereka di Suriah atas permintaan Assad. Karena itu, mereka tak punya rencana untuk mundur.

Baca juga: Rusia Desak AS Bantu Rekonstruksi Suriah yang Hancur karena Perang

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.