PM Malaysia Ingin Terapkan Pajak Soda untuk Dorong Gaya Hidup Sehat

Kompas.com - 27/08/2018, 14:49 WIB
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad di Konferensi Masa Depan Asia ke-24 di Tokyo, Jepang, Senin (11/6/2018). (AFP/Kazuhiro Nogi)
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad di Konferensi Masa Depan Asia ke-24 di Tokyo, Jepang, Senin (11/6/2018). (AFP/Kazuhiro Nogi)

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Pemerintah Malaysia mempertimbangkan untuk menerapkan pajak soda guna mengurangi konsumsi gula dan mendorong gaya hidup sehat kepada rakyatnya.

Demikian pernyataan dari Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad pada Senin (27/8/2018), seperti diwartakan Channel News Asia.

"Tingkat diabetes di Malaysia sangat tinggi karena konsumsi gula kita berlebihan," katanya.

Sebelumnya, proposal pengenalan pajak soda pada minuman berkarbonasi telah menuai perhatian publik.

Baca juga: Pelat Nomor Mobil Malaysia 1 Berhasil Dilelang Senilai Rp 3,9 miliar

Menteri Perdagangan Dalam Negeri dan Konsumen Saufuddin Nasution Ismail mengatakan, pendapatan pemerintah bisa bertambah sekaligus membantu mempromosikan gaya hidup sehat.

"Saya rasa itu ide bagus dan setimpal dengan upaya pemerintah untuk meninjaunya," katanya, seperti dikutip dari Malay Mail.

Seperti diketahui, kandungan gula yang tinggi pada soft drink kerap disalahkan sebagai pemicu tingkat obesitas di Malaysia.

Tahun lalu, kematian akibat penyakit tidak menular di negara tersebut mayoritas disebabkan oleh hipertensi, diabetes, dan masalah jantung.

Kementerian Kesehatan Malaysia pada November tahun lalu melaporkan diabetes menjangkiti 10 persen populasi penduduk atau sekitar 3,6 juta orang.

Baca juga: Mahathir: Malaysia Bisa Belajar Banyak dari China

Sementara, laporan dari Economist Intelligence Unit pada Juni 2017, Malaysia merupakan negara dengan tingkat obesitas teringgi di Asia Tenggara.

BBC mewartakan pajak gula pada soft drink telah diterapkan di Inggris pada tahun ini. Perusahaan harus membayar pajak terhadap kandungan gula tinggi pada produk yang dijual.

Pengenalan pungutan semacam itu juga diberlakukan di segelintir negara lainnya, seperti Meksiko, Perancis, dan Norwegia.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X