Kompas.com - 27/08/2018, 14:01 WIB

Xinhua melaporkan, perusahaan Didi harus membayar denda lebih dari 1 juta yuan atau Rp 2,1 miliar selama 10 bulan terakhir untuk wilayah Wenzhou saja.

"Meski hukuman sudah dijatuhkan berluang, perusahaan keras kepala dan tidak berubah, sebuah refleksi ketidakpedulian terhadap kesalaman dan tanggung jawab sosial," tulis seoranh pengguna aplikasi Weibo.

Baca juga: Mahathir: Malaysia Bisa Belajar Banyak dari China

Insiden pembunuhan seorang pramugari usia 21 tahun pada Mei lalu oleh pengemudi Didi Hitch telah memicu kritik dan penerapan sejumlah aturan keamanan.

Aturan tersebut termasuk pengemudi Hitch hanya boleh mengambil penumpang dari jenis kelamin yang sama saat larut malam dan dini hari.

Perusahaan mengklaim memiliki 30 juta pengemudi dan lebih dari 550 juta pengguna untuk berbagai jenis layanannya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.