Kompas.com - 27/08/2018, 13:06 WIB

SEOUL, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan rencana kunjungan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo ke Korea Utara pada Jumat pekan ini.

Pemerintah Korea Selatan menilai pembatalan secara mendadak itu akan berdampak pada pembukaan kantor penghubung antar-Korea yang dijadwalkan dibuka pada bulan ini.

Juru bicara kepresidenan Korea Selatan Kim Eui-kyeom mengatakan, pembatalan kunjungan menuntut peninjauan kembali atas rencana kantor penghubung tersebut.

"Kami sedang memikirkan pembukaan kantor penghubung sebagai bagian dari serangkaian agenda kunjungan Menlu Pompeo di Korea Utara," katanya, seperti dikutip dari Channel News Asia, Senin (27/8/2018).

Baca juga: Trump Minta Menlu Pompeo Batalkan Kunjungan ke Korut

"Sekarang situasi baru muncul, dan ada kebutuhan untuk meninjauanya kembali," imbuhnya.

Korea Selatan membangun kantor penghubung di perbatasan Korea Utara, sebagai salah satu upaya dari Presiden Moon Jae-in untuk meningkatkan relasi antara dua Korea.

Kantor itu rencananya dibuka pada Agustus ini. Namun, oposisi parlemen, analis, dan media setempat menilai pemindahan material untuk bangunan tersebut bisa melanggar sanksi PBB dan AS terhadap Korut.

Sebelumnya, Kementerian Unifikasi Korea Selatan menyatakan, semua material pembangunan kantor penghubung tidak akan memberikan keuntungan bagi perekonomian Korut.

Alasannya, kantor itu diperuntukkan bagi operasional kantor dan kenyamanan personel Korsel.

"Masalah ini bukanlah sesuatu yang dapat diputuskan oleh pemerintah kami sendiri, tapi harus didiskusikan dengan Korea Utara," Kim, juru bicara kepresidenan Korsel.

"Saya mengerti, belum ada diskusi resmi tentang bagaiaman Korut memandang perubagan situasional seperti itu," imbuhnya.

Baca juga: Korea Utara Bebaskan Turis Jepang karena Alasan Kemanusiaan

Seperti diketahui, pembatalan kunjungan kembali Pompeo ke negara pimpinan Kim Jong Un tersebut berdasarkan tidak berkembangnya proses denuklirisasi yang dilakukan oleh Korut.

"Menlu Pompeo berharap bisa ke Korut dalam waktu dekat, kemungkinan besar setelah hubungan perdagangan kami dengan China dapat dibereskan," kicau Trump di Twitter.

"Saya ingin menyampaikan salam hangat dan hormat kepada Ketua Kim. Saya berharap bisa segera bertemu dengannya," imbuh Trump.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.