Kompas.com - 27/08/2018, 13:06 WIB
Foto ini diambil pada Rabu (9/5/2018 dan dirilis oleh kantor berita resmi Korea Utara KCNA pada Kamis (10/5/2018). Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kanan) dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo (kiri) berjabat tangan markas Partai Buruh Korea Utara, di Pyongyang. Foto ini diambil pada Rabu (9/5/2018 dan dirilis oleh kantor berita resmi Korea Utara KCNA pada Kamis (10/5/2018). Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kanan) dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo (kiri) berjabat tangan markas Partai Buruh Korea Utara, di Pyongyang.

SEOUL, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan rencana kunjungan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo ke Korea Utara pada Jumat pekan ini.

Pemerintah Korea Selatan menilai pembatalan secara mendadak itu akan berdampak pada pembukaan kantor penghubung antar-Korea yang dijadwalkan dibuka pada bulan ini.

Juru bicara kepresidenan Korea Selatan Kim Eui-kyeom mengatakan, pembatalan kunjungan menuntut peninjauan kembali atas rencana kantor penghubung tersebut.

"Kami sedang memikirkan pembukaan kantor penghubung sebagai bagian dari serangkaian agenda kunjungan Menlu Pompeo di Korea Utara," katanya, seperti dikutip dari Channel News Asia, Senin (27/8/2018).

Baca juga: Trump Minta Menlu Pompeo Batalkan Kunjungan ke Korut

"Sekarang situasi baru muncul, dan ada kebutuhan untuk meninjauanya kembali," imbuhnya.

Korea Selatan membangun kantor penghubung di perbatasan Korea Utara, sebagai salah satu upaya dari Presiden Moon Jae-in untuk meningkatkan relasi antara dua Korea.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kantor itu rencananya dibuka pada Agustus ini. Namun, oposisi parlemen, analis, dan media setempat menilai pemindahan material untuk bangunan tersebut bisa melanggar sanksi PBB dan AS terhadap Korut.

Sebelumnya, Kementerian Unifikasi Korea Selatan menyatakan, semua material pembangunan kantor penghubung tidak akan memberikan keuntungan bagi perekonomian Korut.

Alasannya, kantor itu diperuntukkan bagi operasional kantor dan kenyamanan personel Korsel.

"Masalah ini bukanlah sesuatu yang dapat diputuskan oleh pemerintah kami sendiri, tapi harus didiskusikan dengan Korea Utara," Kim, juru bicara kepresidenan Korsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.