Kompas.com - 27/08/2018, 10:45 WIB
Kota Mumbai merupakan salah satu pusat keuangan, komersial, dan hiburan di India. NEHIT/ShutterstockKota Mumbai merupakan salah satu pusat keuangan, komersial, dan hiburan di India.

MUMBAI, KOMPAS.com - Pemerintah negara bagian Maharashtra, India, pada Minggu (26/8/2018) menerapkan peraturan mengenai larangan berisik di zona-zona senyap yang tersebar di Mumbai, jelang festival Ganesh dan Navratri.

The Indian Express mewartakan, aturan itu memungkinkan pelaku polusi suara di zona senyap Mumbai berakhir di balik jeruji hingga lima tahun dan denda 100.000 rupee atau Rp 20,9 juta.

Warga diperbolehkan untuk melaporkan keluhan di kantor polisi apabila mendapati pelanggaran norma polusi suara di zona senyap.

Baca juga: Masih Pakai Plastik, McDonalds dan Starbucks Mumbai Dijatuhi Denda

"Jika ada pelanggaran norma polusi suara di 110 tempat, maka pelaku akan dihukum hingga lima tahun penjara dan denda 100.000 rupee," demikian bunyi aturan tersebut.

Sebagai informasi, ada 110 area yang ditentukan sebagai zona senyap di Mumbai.

Zona senyap itu mencakup semua rumah sakit pemerintah dan swasta, panti jompo, sekolah dan perguruan tinggi, serta pengadilan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Level kebisingan di zona senyap tidak boleh melebihi 50 desibel pada siang hari dan 40 desibel pada malam hari.

Di sisi lain, level kebisingan yang diizinkan untuk area industri sebesar 75 desibel pada siang hari dan 70 desibel pada malam hari.

Sementara itu, intensitas suara di area permukiman warga dipatok sebesar 55 desibel pada siang hari dan 45 desibel pada malam hari.

Baca juga: Jalan Kaki 6 Hari ke Mumbai, 30.000 Petani Tagih Janji Pemerintah

Melansir The Asian Age, aktivis menilai jumlah zona senyap kali ini lebih dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya yang bisa mencapai 1.500 zona.

"Pada 2009, ketika zona senyap diberikan peraturan mengenai polusi udara, ada lebih dari 1.000 zona senyap," kata pendiri Awaaz Foundation, Sumaira Abdulali.

"Pada saat festival kian dekat, penting agar badan sipil dan pemerintah negara bagian menunjukkan kepekaan terhadap masalah polusi suara selama festival," ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.