Bush dan Obama Bakal Beri Pujian di Upacara Pemakaman John McCain

Kompas.com - 27/08/2018, 10:12 WIB
Dua kandidat presiden Barack Obama (kanan) dan John McCain saling menyapa di Universitas Hofstra di 14 Oktober 2008 dalam debat pemilihan presiden ketiga dan terakhir. Pemilihan Presiden Amerika Serikat 2008 akhirnya dimenangkan Obama. AFP/PAUL J. RICHARDSDua kandidat presiden Barack Obama (kanan) dan John McCain saling menyapa di Universitas Hofstra di 14 Oktober 2008 dalam debat pemilihan presiden ketiga dan terakhir. Pemilihan Presiden Amerika Serikat 2008 akhirnya dimenangkan Obama.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Mendiang Senator Amerika Serikat (AS) John McCain bakal menjalani upacara pemakaman sepanjang sepekan penuh.

Dua mantan presiden Barack Obama dan George W Bush dilaporkan telah diminta untuk memberi eulogi (pujian) saat upacara pemakaman.

Obama dan Bush mendapat tempat khusus karena keduanya merupakan mantan pesaing ketika McCain mulai masuk ke dalam arena pemilihan presiden.

Baca juga: Senator John McCain Meninggal Dunia

McCain kalah dari Bush dalam pemilihan awal kandidat presiden Partai Republik pada 2000. Sementara Obama menumbangkan McCain di Pilpres 2008.

Dilaporkan New York Times via People Minggu (26/8/2018), dikabarkan McCain sendiri yang meminta mereka secara langsung sebelumnya.

Sebelumnya, McCain bakal disemayamkan di ibu kota Negara Bagian Arizona, Phoenix, pada Rabu (29/8/2018), di mana mantan Wakil Presiden Joe Biden bakal memberi pidato.

Adapun dari pemerintahan saat ini, McCain telah meminta kepada Gedung Putih hanya Wapres Mike Pence yang boleh datang. Dia tak mengizinkan Presiden Donald Trump.

Meski begitu, Trump sempat menyampaikan ucapan belasungkawa melalui kicauan di Twitter ketika McCain diumumkan meninggal.

Setelah itu, mendiang senator berusia 81 tahun tersebut bakal disemayamkan di Katedral Nasional Washington pada Jumat (31/8/2018).

Dari Katedral Nasional, jenazah McCain bakal dikebumikan di Akademi Angkatan Laut AS di dekat Annapolis Minggu (2/8/2018).

Diwartakan CBS News, pahlawan Perang Vietnam itu meminta agar dia bisa dimakamkan di samping rekan-rekannya sejak September 2017.

"Saya ingin, jika saya pergi, upacara digelar di Akademi AL. Di sana, orang-orang bakal melihat dan berkata 'orang ini telah mengharumkan negaranya'," kata McCain saat itu.

Sebelumnya, kantor McCain mengumumkan bahwa senator yang menjabat sejak 1987 itu meninggal Sabtu (25/8/2018) akibat kanker otak.

Dia meninggal empat hari sebelum ulang tahunnya yang ke-82 tahun. Sebelumnya, keluarganya menyatakan dia telah menolak pengobatan.

Baca juga: Ini Pesan Terakhir McCain kepada Gedung Putih



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X