Afghanistan Klaim Seorang Pemimpin ISIS Tewas dalam Serangan Udara

Kompas.com - 26/08/2018, 21:55 WIB
Personil keamanan Afghanistan mengamankan ruas jalan saat sebuah bom bunuh diri meledak di Jalalabad, 31 Juli 2018. AFP / NOORULLAH SHIRZADAPersonil keamanan Afghanistan mengamankan ruas jalan saat sebuah bom bunuh diri meledak di Jalalabad, 31 Juli 2018.

KABUL, KOMPAS.com - Seorang pemimpin dari kelompok teroris ISIS di Afghanistan dilaporkan telah tewas dalam sebuah serangan udara yang dilancarkan pemerintah bersama pasukan koalisi pada akhir pekan lalu.

Informasi dari badan intelijen Afghanistan menyatakan, Saad Arhabi, tewas dalam serangan udara ke markas kelompok teror itu yang berada di timur provinsi Nangarhar, dekat dengan perbatasan Pakistan, Sabtu (25/8/2018).

Serangan udara yang dilancarkan pemerintah Afghanistan bersama dengan pasukan koalisi dilakukan sebagai balasan atas penyerangan mematikan oleh kelompok ekstremis itu.

"Seorang emir Daesh di Afghanistan bersama dengan 10 orang lainnya telah tewas terbunuh," kata Direktorat Keamanan Nasional dalam pernyataannya, menyebut nama lain ISIS dalam bahasa Arab.

Baca juga: Afghanistan Tuduh Rusia Manfaatkan Taliban untuk Lawan ISIS

Arhabi menjadi pemimpin ISIS cabang Afghanistan keempat yang tewas terbunuh sejak kelompok teror itu pertama kali muncul sekitar 2014.

Informasi badan intelijen juga menyebut sejumlah besar senjata, amunisi dan bahan peledak telah turut dihancurkan dalam serangan udara yang sama.

Kematian seorang pemimpin ISIS di Afghanistan itu telah dikonfirmasi oleh juru bicara gubernur, Attaullah Khogyani.

Pasukan AS di Afghanistan juga mengkonfirmasi bahwa mereka telah melakukan serangan di lokasi yang digambarkan oleh para pejabat Kabul dan menyebut serangan menargetkan seorang pemimpin senior dari organisasi teroris.

Jumlah anggota kelompok ISIS di Afghanistan tidak terlalu banyak, dengan perkiraan sekitar 2.000 orang. Namun kehadiran mereka cukup kuat, terutama di Nangarhar, dan baru-baru ini di utara provinsi Jowzjan.

ISIS telah mengklaim bertanggung jawab atas sejumlah aksi di Afghanistan dalam beberapa waktu terakhir.

Di antaranya saat serangan bunuh diri yang menargetkan aksi protes di luar kantor komisi pemilu di Jalalabad dan menewaskan dua orang.

Juga sejumlah serangan mematikan, termasuk terhadap instalasi pemerintah dan pemboman sebuah sekolah di Kabul yang menewaskan sedikitnya 37 orang.

Baca juga: Bom Bunuh Diri Hantam Lembaga Pendidikan di Afghanistan, 25 Tewas

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gadis di Gresik Tulis Surat kepada PM Australia, Minta Hentikan Ekspor Sampah Plastik

Gadis di Gresik Tulis Surat kepada PM Australia, Minta Hentikan Ekspor Sampah Plastik

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump | Astronot NASA Dikecam Pendukung Bumi Datar

[POPULER INTERNASIONAL] Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump | Astronot NASA Dikecam Pendukung Bumi Datar

Internasional
Trump Sebut Pemakzulan Dirinya Hoaks dan Memalukan

Trump Sebut Pemakzulan Dirinya Hoaks dan Memalukan

Internasional
Jelang Tahun Baru Imlek, 4 Orang di China Meninggal akibat Virus Corona

Jelang Tahun Baru Imlek, 4 Orang di China Meninggal akibat Virus Corona

Internasional
Popularitas Anjlok, Mahathir Sindir Rakyat yang Kembali Dukung Najib Razak

Popularitas Anjlok, Mahathir Sindir Rakyat yang Kembali Dukung Najib Razak

Internasional
Berjuluk 'Profesor', Pemimpin Baru ISIS Ini Dihargai Rp 68 Miliar

Berjuluk "Profesor", Pemimpin Baru ISIS Ini Dihargai Rp 68 Miliar

Internasional
Seorang Politisi Iran Tawarkan Rp 40 Miliar bagi yang Bisa Bunuh Trump

Seorang Politisi Iran Tawarkan Rp 40 Miliar bagi yang Bisa Bunuh Trump

Internasional
Pangeran Harry Susul Meghan Markle dan Anaknya ke Kanada

Pangeran Harry Susul Meghan Markle dan Anaknya ke Kanada

Internasional
Foto Bumi dari Luar Angkasa, Astronot NASA Ini Dikecam Penganut Teori Bumi Datar

Foto Bumi dari Luar Angkasa, Astronot NASA Ini Dikecam Penganut Teori Bumi Datar

Internasional
Iran Benarkan 2 Rudal Hantam Pesawat Ukraina

Iran Benarkan 2 Rudal Hantam Pesawat Ukraina

Internasional
Jelang Sidang Pemakzulan, Mayoritas Rakyat AS Dukung Trump Dilengserkan

Jelang Sidang Pemakzulan, Mayoritas Rakyat AS Dukung Trump Dilengserkan

Internasional
Ditekan AS, Korea Selatan Kirim Kapal Perang dan Tentara ke Selat Hormuz

Ditekan AS, Korea Selatan Kirim Kapal Perang dan Tentara ke Selat Hormuz

Internasional
Tim Pengacara Minta Trump Dibebaskan dari Tuduhan Pemakzulan di Senat AS

Tim Pengacara Minta Trump Dibebaskan dari Tuduhan Pemakzulan di Senat AS

Internasional
Gelar Baru Meghan Markle Disebut untuk Wanita yang Sudah Bercerai

Gelar Baru Meghan Markle Disebut untuk Wanita yang Sudah Bercerai

Internasional
Pemimpin ISIS Pengganti Abu Bakr al-Baghadadi Dikenali

Pemimpin ISIS Pengganti Abu Bakr al-Baghadadi Dikenali

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X