Abaikan Protes Oposisi, Presiden Baru Zimbabwe Resmi Dilantik

Kompas.com - 26/08/2018, 20:41 WIB
Emmerson Mnangagwa (kiri) saat diambil sumpah sebagai Presiden Zimbabwe di stadion di Harare pada Minggu (26/8/2018).AFP / JEKESAI NJIKIZANA Emmerson Mnangagwa (kiri) saat diambil sumpah sebagai Presiden Zimbabwe di stadion di Harare pada Minggu (26/8/2018).

HARARE, KOMPAS.com - Emmerson Mnangagwa resmi dilantik sebagai presiden Zimbabwe pada Minggu (26/8/2018), setelah pengadilan tinggi menolak tuntutan dari kelompok oposisi yang ingin agar hasil pemilu akhir Juli lalu dibatalkan.

Seremoni pelantikan digelar di salah satu stadion di ibu kota Harare, dengan dihadiri ribuan pendukung Mnangagwa dan partai ZANU-PF.

"Saya Emmerson Dambudzo Mnangagwa bersumpah sebagai presiden republik Zimbabwe, saya akan setia kepada Zimbabwe, akan mematuhi menegakan dan membela konstitusi Zimbabwe," kata Mnangagwa dalam sumpahnya.

Sebagai seorang pemimpin negara yang baru, Mnangagwa menyebut kemenangannya dalam pemilihan sebagai awal baru bagi Zimbabwe setelah bertahun-tahun penindasan dan perekomonian yang kacau di bawah pendahulunya, Robert Mugabe.


Baca juga: Pengadilan Tinggi Zimbabwe Tolak Tuntutan Pembatalan Hasil Pemilu

Mnangagwa dikukuhkan sebagai pemenang pemilu 30 Juli lalu dengan meraih 50,8 persen suara. Namun hasil yang diumumkan Komite Pemilihan Pusat Zimbabwe itu mendapat penolakan dari partai oposisi Gerakan untuk Perubahan Demokratis (MDC), yang dipimpin Nelson Chamisa.

Meskipun tuntutannya kepada pengadilan telah ditolak karena dianggap tidak cukup bukti yang menunjukkan adanya kecurangan dalam pemilu, seperti yang dituduhkan oposisi, Chamisa bertekad untuk tetap melakukan aksi "protes damai".

Mnangagwa sebelumnya menjabat sebagai wakil presiden yang mendampingi Robert Mugabe, namun kemudian dipecat dan disingkirkan.

Namun berkat desakan dari militer, Mugabe yang telah memegang kekuasaan selama 30 tahun sejak 1987, akhirnya mengundurkan diri pada November tahun lalu.

Mnangagwa menggantikan Mugabe dan telah dilantik sebagai presiden peralihan pada 24 November 2017.

Kala itu, Mnangagwa menjanjikan bakal menggelar pemilihan yang adil dan damai, serta transparan yang telah terlaksana pada 30 Juli lalu.

Kendati demikian, pemilu pertama yang digelar tanpa Mugabe tersebut sempat diwarnai kekerasan dengan enam peserta protes tewas akibat tembakan yang dilepaskan tentara.

Mnangagwa pun berjanji akan menggelar penyelidikan atas kekerasan pascapemilu tersebut.

"Untuk mengakhiri masalah ini, saya akan segera mengumumkan anggota komisi penyelidikan untuk insiden kekerasan yang akan mempublikasikan temuan mereka nantinya," katanya, usai pelantikan.

"Ini Zimbabwe yang berbeda. Fajar kedua Republik Zimbabwe kita," tambahnya.

Baca juga: Partai Oposisi Zimbabwe Tegaskan Bakal Gugat Hasil Pemilu Presiden

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Pasukan Iran kepada Kapal Tanker Inggris: Jika Anda Patuh, Anda Bakal Selamat

Pasukan Iran kepada Kapal Tanker Inggris: Jika Anda Patuh, Anda Bakal Selamat

Internasional
Pelaku Pembakaran Studio Animasi Jepang yang Tewaskan 34 Orang Pencandu Game

Pelaku Pembakaran Studio Animasi Jepang yang Tewaskan 34 Orang Pencandu Game

Internasional
Joe Biden Kecam Keras Komentar Tercela Trump kepada 4 Anggota DPR AS

Joe Biden Kecam Keras Komentar Tercela Trump kepada 4 Anggota DPR AS

Internasional
Seorang Ibu Dipenggal Anaknya Disaksikan Bocah 4 Tahun

Seorang Ibu Dipenggal Anaknya Disaksikan Bocah 4 Tahun

Internasional
5 Kisah Anjing Setia: 'Menangis' di Peti Mati hingga Berkorban demi Majikan

5 Kisah Anjing Setia: "Menangis" di Peti Mati hingga Berkorban demi Majikan

Internasional
Iran Sita Kapal Tanker Inggris sebagai Balasan Setelah Kapal Mereka Ditangkap

Iran Sita Kapal Tanker Inggris sebagai Balasan Setelah Kapal Mereka Ditangkap

Internasional
Anjing Setia Ini Berjalan 200 Km Pulang ke Rumah Majikan yang Membuangnya

Anjing Setia Ini Berjalan 200 Km Pulang ke Rumah Majikan yang Membuangnya

Internasional
Terungkap, Ini Alasan Pelaku Pembakaran Studio Animasi Jepang Beraksi

Terungkap, Ini Alasan Pelaku Pembakaran Studio Animasi Jepang Beraksi

Internasional
AS Punya Bukti Kuat Tembak Jatuh Drone Iran

AS Punya Bukti Kuat Tembak Jatuh Drone Iran

Internasional
Ingin Berkencan dengan Awak Kabin Lufthansa, Pria 65 Tahun Buat Ancaman Bom Palsu

Ingin Berkencan dengan Awak Kabin Lufthansa, Pria 65 Tahun Buat Ancaman Bom Palsu

Internasional
Mantan Ratu Kecantikan Rusia Bantah Bercerai dari Eks Raja Malaysia

Mantan Ratu Kecantikan Rusia Bantah Bercerai dari Eks Raja Malaysia

Internasional
Pengacara Benarkan Mantan Raja Malaysia Bercerai dari Eks Miss Moscow

Pengacara Benarkan Mantan Raja Malaysia Bercerai dari Eks Miss Moscow

Internasional
Sempat Batal, India Jadwalkan Ulang Peluncuran Roket ke Bulan Senin Depan

Sempat Batal, India Jadwalkan Ulang Peluncuran Roket ke Bulan Senin Depan

Internasional
Inggris: Iran Memilih Langkah Berbahaya dengan Menahan Kapal Tanker

Inggris: Iran Memilih Langkah Berbahaya dengan Menahan Kapal Tanker

Internasional
Ingin Pergi ke Ghana, Seorang Pria Panjat Mesin Pesawat yang Hendak Terbang

Ingin Pergi ke Ghana, Seorang Pria Panjat Mesin Pesawat yang Hendak Terbang

Internasional
Close Ads X