"Saya Punya Klaim yang Sah untuk Memimpin Rakyat Zimbabwe"

Kompas.com - 26/08/2018, 12:42 WIB
Pemimpin Oposisi Zimbabwe, Nelson Chamisa.AFP via BBC Pemimpin Oposisi Zimbabwe, Nelson Chamisa.

HARARE, KOMPAS.com - Pemimpin oposisi utama Zimbabwe Nelson Chamisa bersikeras sebagai pemenang pemilihan presiden, meskipun pengadilan tinggi telah menolak tuntutan untuk membatalkan hasil pemilu 30 Juli lalu.

Pengadilan Tinggi Zimbabwe menilai pihak oposisi pemerintah yang menuntut pembatalan hasil pemilu gagal menunjukkan bukti atas kecurangan yang dituduhkan.

Sehingga pengadilan memutuskan menolak tuntutan dan menyatakan Emmerson Mnangagwa sebagai pemenang pemilihan presiden.

Baca juga: Pengadilan Tinggi Zimbabwe Tolak Tuntutan Pembatalan Hasil Pemilu


Menanggapi keputusan pengadilan tinggi yang diumumkan pada Jumat (24/8/2018), Chamisa berjanji bakal terus melakukan aksi protes damai.

"Saya memiliki klaim yang sah bahwa saya harus memimpin rakyat Zimbabwe," kata Chamisa, yang juga pemimpin partai Gerakan untuk Perubahan Demokratis (MDC), Sabtu (25/8/2018).

"Ya, keputusan memang telah dibuat. Tetapi sejauh yang kami ketahui, kami memiliki pandangan yang bertentangan dengan Mahkamah Konstitusi."

"Keputusan pengadilan bukan keputusan rakyat. Rakyat yang memilih tidak percaya. Kami memperoleh mayoritas yang jelas," imbuhnya dilansir AFP.

Dalam putusannya, Hakim Agung Lukas Malaba dengan keras mengkritik tuntutan partai MDC dan mengukuhkan hasil pemilu yang memenangkan Mnangagwa.

Komisi Pemilihan Pusat Zimbabwe mengumumkan hasil pemilu dengan Mnangagwa yang diusung partai berkuasa ZANU-PF meraih 50,8 persen suara, memenuhi batas syarat 50 persen suara untuk memenangkan pemilu dalam satu putaran.

Sementara calon oposisi terkuat, Nelson Chamisa hanya meraih 44,3 persen.

Meski demikian, Chamisa dan partainya menegaskan bahwa mereka memenangkan lebih dari dua pertiga suara.

"Pintu hukum bukan satu-satunya jalan menuju kebahagiaan. Dengan menggunakan hak konstitusional kami, kami memiliki hak untuk protes damai. Ini adalah rute yang akan kami ambil. Salah satunya," kata Chamisa.

Sesuai konstitusi, pelantikan Mnangagwa sebagai presiden terpilih akan dilaksanakan dalam kurun waktu 48 jam sejak dikeluarkannya keputusan pengadilan, atau pada Minggu (26/8/2018).

Baca juga: Partai Oposisi Zimbabwe Tegaskan Bakal Gugat Hasil Pemilu Presiden

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Pasukan Iran kepada Kapal Tanker Inggris: Jika Anda Patuh, Anda Bakal Selamat

Pasukan Iran kepada Kapal Tanker Inggris: Jika Anda Patuh, Anda Bakal Selamat

Internasional
Pelaku Pembakaran Studio Animasi Jepang yang Tewaskan 34 Orang Pencandu Game

Pelaku Pembakaran Studio Animasi Jepang yang Tewaskan 34 Orang Pencandu Game

Internasional
Joe Biden Kecam Keras Komentar Tercela Trump kepada 4 Anggota DPR AS

Joe Biden Kecam Keras Komentar Tercela Trump kepada 4 Anggota DPR AS

Internasional
Seorang Ibu Dipenggal Anaknya Disaksikan Bocah 4 Tahun

Seorang Ibu Dipenggal Anaknya Disaksikan Bocah 4 Tahun

Internasional
5 Kisah Anjing Setia: 'Menangis' di Peti Mati hingga Berkorban demi Majikan

5 Kisah Anjing Setia: "Menangis" di Peti Mati hingga Berkorban demi Majikan

Internasional
Iran Sita Kapal Tanker Inggris sebagai Balasan Setelah Kapal Mereka Ditangkap

Iran Sita Kapal Tanker Inggris sebagai Balasan Setelah Kapal Mereka Ditangkap

Internasional
Anjing Setia Ini Berjalan 200 Km Pulang ke Rumah Majikan yang Membuangnya

Anjing Setia Ini Berjalan 200 Km Pulang ke Rumah Majikan yang Membuangnya

Internasional
Terungkap, Ini Alasan Pelaku Pembakaran Studio Animasi Jepang Beraksi

Terungkap, Ini Alasan Pelaku Pembakaran Studio Animasi Jepang Beraksi

Internasional
AS Punya Bukti Kuat Tembak Jatuh Drone Iran

AS Punya Bukti Kuat Tembak Jatuh Drone Iran

Internasional
Ingin Berkencan dengan Awak Kabin Lufthansa, Pria 65 Tahun Buat Ancaman Bom Palsu

Ingin Berkencan dengan Awak Kabin Lufthansa, Pria 65 Tahun Buat Ancaman Bom Palsu

Internasional
Mantan Ratu Kecantikan Rusia Bantah Bercerai dari Eks Raja Malaysia

Mantan Ratu Kecantikan Rusia Bantah Bercerai dari Eks Raja Malaysia

Internasional
Pengacara Benarkan Mantan Raja Malaysia Bercerai dari Eks Miss Moscow

Pengacara Benarkan Mantan Raja Malaysia Bercerai dari Eks Miss Moscow

Internasional
Sempat Batal, India Jadwalkan Ulang Peluncuran Roket ke Bulan Senin Depan

Sempat Batal, India Jadwalkan Ulang Peluncuran Roket ke Bulan Senin Depan

Internasional
Inggris: Iran Memilih Langkah Berbahaya dengan Menahan Kapal Tanker

Inggris: Iran Memilih Langkah Berbahaya dengan Menahan Kapal Tanker

Internasional
Ingin Pergi ke Ghana, Seorang Pria Panjat Mesin Pesawat yang Hendak Terbang

Ingin Pergi ke Ghana, Seorang Pria Panjat Mesin Pesawat yang Hendak Terbang

Internasional
Close Ads X