Kompas.com - 26/08/2018, 07:27 WIB

HURGHADA, KOMPAS.com - Tim penyelidik dengan dibantu teknisi ahli dari universitas telah memastikan kematian dua tamu hotel di resor Laut Merah Hurghada, Mesir bukan akibat gas beracun.

Teknisi dari fakultas teknik Universitas Ganoub el-Wadi telah dipanggil untuk memeriksa ruangan di Hotel Steigenberger Aqua Magic dan tidak menemukan kesalahan pada unit pendingin udara maupun peralatan lain di kamar tempat dua turis asal Inggris meninggal dunia.

"Para teknisi telah memeriksa dengan teliti semua perangkat yang ada di ruangan itu, terutama AC."

"Mereka telah mendokumentasikan dalam laporan bahwa semua peralatan itu aman. Tidak ada kebocoran atau gas beracun maupun berbahaya di dalam ruangan," kata jaksa penuntut umum Mesir dalam pernyataan mereka, Sabtu (25/8/2018).

Sebelumnya diberitakan, sepasang turis asal Inggris yang tengah berlibur dilaporkan meninggal dunia secara mendadak.

Baca juga: Kematian Dua Tamu Bikin 310 Turis Dipindahkan dari Hotel di Mesir

Insiden tersebut terjadi di Hotel Steigenberger Aqua Magic, resor Laut Merah Hurghada, Mesir, pada Selasa (21/8/2018) lalu.

Kedua korban diidentifikasi sebagai John (69) dan Susan Cooper (63), yang berasal dari Burnley, Inggris utara.

Putri korban, Kelly Ormerod, mengatakan kedua orangtuanya jatuh sakit secara tiba-tiba. Sang ayah meninggal di kamar hotel, sementara ibunya meninggal beberapa jam kemudian di rumah sakit.

"Mereka tidak sakit, tidak ada sakit perut, tidak muntah, tidak ada penyakit sama sekali. Mereka dalam keadaan sehat ketika mereka pergi tidur," kata Kelly kepada Sky News.

"Saya yakin sesuatu yang mencurigakan telah terjadi, sesuatu telah terjadi di ruangan itu dan menyebabkan kedua orangtua saya meninggal," lanjutnya.

Setelah insiden tersebut, operator tur Thomas Cook memindahkan semua kliennya, yang berjumlah sekitar 300 orang, dari hotel tersebut.

Kantor kejaksaan Mesir menambahkan, masih menunggu laporan forensik tentang sampel yang diambil dari tubuh korban.

Namun keterangan peneliti dari kantor kejaksaan setempat mengatakan dari pemeriksaan awal pada tubuh kedua korban tidak ada ada tanda-tanda keanehan.

Baca juga: Tetap Sabar Melayani meski Ditampar Turis Asing, Petugas Imigrasi Terima Penghargaan

"Autopsi awal tidak menemukan tanda-tanda kekerasan atau kriminal."

"Sampel yang diperlukan telah diambil dan dibawa ke laboratorium untuk menentukan penyebab pasti kematian," tulis pernyataan kejaksaan.

Keterangan dari sumber medis di Hurghada mengatakan, kedua jenazah korban saat ini masih disimpan di rumah sakit dan masih menunggu otorisasi dari jaksa untuk dikembalikan ke keluarga maupun diplomat Inggris.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.