Pengadilan Tinggi Zimbabwe Tolak Tuntutan Pembatalan Hasil Pemilu

Kompas.com - 24/08/2018, 22:27 WIB
Presiden Zimbabwe Emmerson Mnangagwa saat menghadiri kampanye partai Zanu PF di stadion kota Bulawayo, Sabtu (23/6/2018).AFP / ZINYANGE AUNTONY Presiden Zimbabwe Emmerson Mnangagwa saat menghadiri kampanye partai Zanu PF di stadion kota Bulawayo, Sabtu (23/6/2018).

HARARE, KOMPAS.com - Pengadilan Tinggi Zimbabwe telah menolak tuntutan dari kelompok oposisi pemerintah untuk membatalkan hasil pemilu presiden yang diduga telah dicurangi demi meloloskan Emmerson Mnangagwa.

"Hasil analisis akhir, pengadilan menemukan bahwa pemohon telah gagal menunjukkan bukti yang cukup, jelas, kredibel dan langsung atas kecurangan yang dituduhkan," kata Hakim Agung Lukas Malaba, dalam putusan yang dibacakan dalam persidangan di Mahkamah Konstitusi di Harare, Jumat (24/8/2018).

Pengadilan juga menyatakan Emmerson Dambudzo Mnangagwa sebagai pemenang dalam pemilihan presiden yang telah dilangsungkan pada 30 Juli lalu. Demikian dilansir dari AFP.

Para pengamat telah memprediksikan bahwa pengadilan bakal menolak tuntutan hukum yang diajukan partai Gerakan Perubahan Demokrasi (MDC).

Baca juga: Hina Presiden Mnangagwa Lewat Facebook, Pria Zimbabwe Ditahan

Mnangagwa yang diusung partai ZANU-PF yang berkuasa meraih 50,8 persen suara, sedikit di atas persyaratan minimal untuk memenangi pemilu presiden dalam satu putaran.

Dia unggul dari pesaing terdekatnya, Nelson Chamisa yang diusung MDC dan hanya meraih 44,3 persen suara.

Pengacara dari pihak MDC berpendapat, hasil pemilihan harus dibatalkan karena dituduh telah merekayasa besar-besaran hasil pemungutan suara.

Sementara perwakilan Mnangagwa menyebut permohonan pembatalan hasil pemilu sebagai langkah yang sembrono.

"Permohonan tersebut jelas tidak serius dan pemohon sangat jelas telah bertindak sembrono," kata perwakilan Mnangagwa, Thembinkosi Magwaliba yang membantah klaim oposisi memiliki bukti kecurangan.

Sesuai dengan konstitusi, dengan ditolaknya pengajuan tuntutan terhadap hasil pemilihan tersebut, maka pengangkatan Mnangagwa sebagai presiden terpilih bakal dilaksanakan dalam kurun waktu 48 jam sejak dikeluarkannya keputusan pengadilan.

Baca juga: Xi Jinping Beri Selamat pada Mnangagwa yang Memenangi Pemilu Zimbabwe



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya


Close Ads X