Dihukum karena Ganggu Upacara Kuil, Siswa Biksu di Thailand Tewas

Kompas.com - 24/08/2018, 19:51 WIB
Ilustrasi siswa biksu di Thailand. THINKSTOCKPHOTOSIlustrasi siswa biksu di Thailand.

KANCHANBURI, KOMPAS.com - Seorang bocah laki-laki berusia sembilan tahun di Thailand meninggal dunia setelah mendapat hukuman fisik akibat dianggap mengganggu jalannya upacara di kuil.

Bocah tersebut, yang bernama Wattanapol Sisawad, tengah menjalani pelatihan biksu di sebuah kuil di Kanchanaburi, sebelah barat Bangkok.

Namun ketika dilangsungkan pembacaan doa dalam sebuah upacara kuil, Sisawad bertindak berisik dan mengganggu prosesi doa.

Akibatnya dia mendapat hukuman dari biksu Suphachai Suthiyano (64) yang kemudian memukuli punggung bocah itu menggunakan tongkat bambu dan membenturkan kepalanya ke tiang.

Baca juga: Pengadilan Thailand Penjarakan Mantan Biksu Selama 114 Tahun

Sisawad kemudian tak sadarkan diri dan dilarikan ke rumah sakit di Kanchanaburi. Dia sempat dikabarkan koma sebelum kemudian dinyatakan telah meninggal dunia pada Kamis (23/8/2018).

Akibat insiden pemukulan tersebut, biksu Suthiyano dipecat oleh kuil dan ditahan pihak kepolisian atas tuduhan melakukan penyerangan.

"Namun tuduhan akan direvisi menjadi penyerangan yang menyebabkan kematian begitu ada konfirmasi resmi," kata Kapten Polisi Amnaj Chunbult, kepada AFP, Jumat (24/8/2018).

Ibu korban, Sukunya Tunhim, melalui sambungan telepon, menyampaikan kepada awak media di Thailand tidak akan memaafkan biksu yang telah memukuli putranya hingga tewas.

Jenazah korban telah diautopsi dan dikembalikan kepada pihak keluarga.

Biksu kerap dianggap terhormat oleh masyarakat Thailand yang mayoritas menganut agama Budha. Namun beberapa waktu terakhir banyak diberitakan oknum biksu yang melakukan pelanggaran hukum.

Awal bulan ini, seorang biksu di Thailand yang terkenal menjalani kehidupan mewah dijatuhi hukuman penjara hingga 114 tahun setelah didakwa melakukan tindak pencucian uang dan penipuan.

Pada Mei lalu, seorang kepala biara Kuil Gunung Emas di Bangkok menyerahkan diri ke polisi setelah ditemukan sejumlah uang dalam rekening yang diduga terkait kasus penyalahgunaan kekuasaan.

Baca juga: Remaja yang Terjebak di Goa Ikut Upacara untuk Jadi Biksu Selama 9 Hari



Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X