Kompas.com - 24/08/2018, 15:45 WIB

Usahanya berfokus pada penjualan pakaian, selimut, sisir, dompet, sapu tangan, dan kain, yang didapatkan dari kakaknya di New York.

Bisnisnya tumbuh subur sehingga dia menjadi tokoh terkenal di kota. Strauss menyokong kegaiatan budaya di San Francisco dan mendukung komunitas Yahudi.

Dia membantu mendirikan sinagog pertama, Emanu-El, di kota tersebut. Dia juga menyumbangkan uang ke beberapa kegiatan amal, termasuk pendanaan khusus anak yatim piatu.

Lahirnya "Blue Jeans"

Salah satu pelanggan, Jacob W Davis, seorang penjahit di Nevada, meminta bantuannya.

Davis selama ini membeli kain dari Strauss untuk usahanya sendiri dan mengembangkan formula khusus agar dapat membuat celana yang tahan lama.

Melalui surat, Davis mengungkap bahwa bahan duck dan denim mampu menghasilkan produk celana berkualitas.

Levi Strauss & Cos. (Levi Strauss) Levi Strauss & Cos. (Levi Strauss)
Agar celana lebih kuat, paku keling tembaga disematkan pada kantong dan lapisan luar depan sehingga celana menjadi kuat dan tak mudah sobek.

Davis ingin mematenkan gagasan brilian tersebut karena dia takut seseorang akan mencuri ide itu.

Namun, dia tidak memiliki cukup uang untuk mengajukan permohonan paten sekitar 68 dollar AS.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Ada Lovelace, Programmer Komputer Pertama Dunia

Dia meminta Strauss untuk menjadi mitra bisnisnya dan untuk membagi biaya produksinya.

Strauss setuju dan pada 20 Mei 1873, Paten AS No. 139121 diberikan atas nama Jacob W. Davis dan Levi Strauss and Company. Pada tanggal itulah diperingati sebagai hari kelahiran blue jeans.

"Kami menganggap 20 Mei 1873 sebagai kelahiran jeans, karena meski celana denim sudah dipakai bertahun-tahun sebelumnya, namun pemasangan paku keling baru dilakukan saat itu," tulis laman resmi Levis's.

501

Mereka membuat celana dari bahan kanvas berat, kemudian menggantinya dengan bahan denim, yang kemudian diwarnai biru untuk menutupi noda.

Produksi celana jeans pada mulanya dilakukan oleh penjahit dari rumah mereka. Pada 1880, Levi Strauss menggunakan ruang di pabriknya miliknya di Market Street dan produksi bergerak mulai bergerak.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.