Pembebasan Bersyarat Pembunuh John Lennon Ditolak untuk Ke-10 Kalinya

Kompas.com - 24/08/2018, 10:27 WIB
Chapman menembak John Lennon empat kali di Manhattan. EPAChapman menembak John Lennon empat kali di Manhattan.

ALBANY, KOMPAS.com - Pembebasan bersyarat yang diajukan oleh pembunuh mantan personel The Beatles John Lennon ditolak untuk kesepuluh kalinya.

Dengan begitu, Mark David Chapman (63) akan tetap berada di balik jeruji setidaknya selama dua tahun lagi.

Fox News mewartakan pada Jumat (24/8/2018), Chapman mengajukan pembebasan bersyarakat kepada dewan di New York pada Kamis (23/8/2018).

Baca juga: Buku Harian dan Kacamata John Lennon yang Hilang Ditemukan di Berlin

Dia meminta agar dibebaskan dari Lembaga Pemasyarakatan Wende di New York bagian barat, tempat di mana dia menjalani hukuman selama 20 tahun.

Chapman menembak Lennon dari luar apartemennya di gedung Dakota di Manhattan pada 8 Desember 1980.

"Anda dengan berhati-hati telah merencanakan dan mengeksekusi pembunuhan seorang yang terkenal di dunia tanpa alasan selain untuk mendapat ketenaran," demikian pernyataan panel mengenai penolakan pembebasan bersyarat Chapman.

Dia bisa mengajukan pembebasan bersyarat lagi pada Agustus 2020. Chapman diperbolehkan mengajukan pembebasan bersyarat sejak 2000, namun seluruhnya ditolak.

Saat dia menghadapi panel Dewan Pembebasan Bersyarat, politisi dan penggemar Lennon menyerukan agar pengajuannya ditolak.

Mereka melakukan berkumpul di Strawberry Fields, tugu peringatan Lenon di Central Park.

Baca juga: Seikat Rambut John Lennon Terjual Rp 470 Juta

Sementara itu, transkrip dari sidang pembebasan bersyarat kali ini tidak dirilis. Namun, pada sidang sebelumnya terungkap penyesalan Chapman.

Melansir The Independent, Chapman mengaku masih menerima surat-surat penggemar Lennon mengenai kepedihan yang ditimbulkan dari perbuatannya.

Dia menyampaikan permintaan maaf untuk memilih jalan yang buruk agar terkenal.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X