Kompas.com - 23/08/2018, 22:58 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com - Pemimpin kelompok teroris ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi secara tiba-tiba kembali merilis sebuah pesan suara yang mengajak kepada pengikutnya untuk melakukan perlawanan.

Pesan tersebut muncul pada Rabu (22/8/2018) malam, setelah hampir setahun sejak terakhir kali pemimpin ISIS itu mengeluarkan pernyataan.

Kendati demikian, koalisi pimpinan AS menilai pesan yang disampaikan pemimpin ISIS tersebut sudah tak lagi relevan.

Juru bicara koalisi AS, Kolonel Sean Ryan, mengatakan, pihaknya tidak khawatir dengan munculnya pesan dari pemimpin ISIS tersebut.

Baca juga: Usai Setahun Bergeming, Pemimpin ISIS Kembali Serukan Perlawanan

"Dia (Baghdadi) telah menjadi tidak berguna dan tidak efektif. Kami tidak terlalu khawatir dengan komentar apa pun yang datang dari kepemimpinan ISIS," kata Ryan, Kamis (23/8/2018).

Baghdadi telah kerap dinyatakan tewas meski informasi intelijen Irak pada bulan Mei lalu menyebut bahwa dia masih hidup dan kini berada di wilayah Suriah dekat dengan perbatasan Irak.

Terakhir muncul pesan dari pemimpin ISIS tersebut adalah pada September 2017 lalu, tak lama setelah pasukan yang didukung koalisi AS mengusir kelompok teroris itu dari kota Raqa.

"Kami percaya kepemimpinannya telah menjadi tidak relevan," kata Ryan kepada wartawan dalam konferensi pers, dilansir AFP.

"Kami kini fokus untuk mengalahkan sisa-sisa ISIS. Apakah dia ada atau tidak kini tak lagi penting," tambahnya.

Dalam rekaman yang dirilis pada Rabu malam tersebut, Baghdadi mengancam akan memberikan kengerian kepada Amerika Serikat dan Rusia.

Di samping mengalami kemunduran di medan perang, ISIS masih mempertahankan kemampuannya untuk melakukan serangan berskala besar, termasuk satu bulan lalu di provinsi Sweida, Suriah selatan, yang menewaskan lebih dari 250 orang.

Baca juga: ISIS Klaim Penusukan yang Tewaskan 2 Orang di Perancis

Meski demikian Ryan tetap melihat kelompok teror itu kini tengah bertahan dengan sisa-sisa anggota terakhir mereka.

"Mereka melakukan serangan yang spektakuler untuk membuat mereka tampak relevan ketika secara militer telah benar-benar dikalahkan," tambahnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.