Kompas.com - 23/08/2018, 12:30 WIB
|

MOSKWA, KOMPAS.com - Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) merilis sebuah video yang isinya mengklaim pelaku serangan bunuh diri dan pisau di sebuah markas polisi di Chechnya adalah seorang bocah 11 tahun.

Salah satu video yang dirilis sayap media ISIS Amaq memperlihatkan empat orang anak laki-laki yang diklaim sebagai pelaku serangan.

Tiga anak laki-laki dalam video itu menghunus sebilah pisau besar dan yang paling kecil membawa sebuah pisau dengan bendera ISIS.

Baca juga: Eksekusi Massal di Wilayah Muslim Chechnya, Puluhan Orang Dibunuh

Dalam video tersebut keempat anak itu dengan menggunakan bahasa Rusia menyatakan sumpah setia kepada pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi.

sejauh ini keaslian video dan identitas para bocah di dalamnya belum dapat diverifikasi.

Namun, usia anak-anak di dalam video itu tampaknya sesuai dengan pernyataan aparat setempat yang mengatakan pelaku serangan adalah anak-anak dengan usia paling muda 11 tahun.

Serangan pisau dan bom bunuh diri ini terjadi secara terpisah pada Senin (20/8/2018) di sebuah kantor polisi di kota Shali, Chechnya.

Dua petugas terluka, tetapi empat penyerang tewas ditembak polisi dan penyerang kelima kini dirawat di rumah sakit.

Pelaku serangan ini sebenarnya bisa meledakkan bom yang dibawanya tetapi nyawa bocah itu bisa diselamatkan.

Baca juga: ISIS Klaim Bertanggung Jawab atas Serangan di Chechnya

Serangan pertama terjadi di kota Shali kemudian di desa Mesker-Yurt di sebelah utara Shali, dan dipinggiran ibu kota Grozny.

Republik Chechnya yang mayoritas penduduknya beragama Islam terus menerus didera kekerasan sejak dua perang brutal ketiga negeri itu berusaha melepaskan diri dari Rusia pada 1991.

Chechnya kini dipimpin Ramzan Kadyrov yang pro-Kremllin. Dia sedang berkunjung ke Arab Saudi saat serangan terjadi.

"Propagande ekstremis terhadap para pemuda ini menjadi biang serangan," ujar Kadyrov.

Kadyrov menambahkan, serangan itu ditujukan untuk membuat warga Chechnya yang memperingati hari Idul Adha ketakutan.

"Namun, kini situasi di Grozny dan Chechnya sudah kembali tenang," tambah Kadyrov.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP,Mirror
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.