Kompas.com - 23/08/2018, 08:08 WIB

BEIRUT, KOMPAS.com - Pemimpin kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) Abu Bakr al-Baghdadi  menyerukan kepada pendukungnya untuk terus melakukan perlawanan.

Pesan itu dia sampaikan melalui rekaman audio yang dirilis pada Rabu (22/8/2018), seperti yang diwartakan AFP.

Dia juga menyerukan serangan terhadap Barat melalui pesan di Telegram, menyusul hilangnya sebagian besar wilayah kekuasaan ISIS di Irak dan Suriah.

Dia mengancam Amerika Serikat dan Rusia bahwa para anggotanya telah menyiapkan "kengerian" bagi mereka.

Baca juga: Gadis Yazidi Ini Kabur Setelah Bertemu Anggota ISIS yang Menyiksanya

Pesan tersebut merupakan yang pertama dilontarkan pemimpin ISIS sejak September tahun lalu.

"Mereka yang melupakan agama, kesabaran, jihad melawan musuh, dan kepastian mereka dalam janji pecipta bakal kalah dan dipermalukan," katanya.

"Tapi mereka yang berpegang pada itu maka akan berkuasa dan menang," ucapnya.

Berbicara kepada pengikutnya di Timur Tengah, Asia dan Afrika, tidak jelas kapan pesan itu di rekam.

Baghdadi mengkritik janji pemerintah Arab Saudi pada pekan lalu, yang akan menyumbangkan 100 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,4 triliun untuk membantu membangun kembali wilayah Suriah.

Menanggapi perang di Suriah, dia juga mengkritik tindakan kelompok pemberontak yang setuju untuk menyerah dengan rezim Damaskus.

Dia menyerukan agar kelompok oposisi tersebut bergabung dengan kelompoknya.

VOA News mengabarkan, pejabat intelijen AS belum dapat memberikan verifikasi suara dalam rekaman itu benar-benar Baghdadi.

Masih ada sejumlah pertanyaan mengenai kemungkinan dia masih hidup dan lokasi di mana dia bersembunyi.

Baca juga: PBB: Hingga 30.000 Anggota ISIS Masih Berada di Irak dan Suriah

"Kami terus memeriksa kemungkinan dia masih hidup, sampai dia dibuktikan sudah tewas," kata Chris Maier, Direktur Kementerian Pertahanan AS bagian satuan tugas melawan ISIS.

Sebelumnya, Baghdadi pernah beberapa kali dinyatakan tewas. Namun, pejabat intelijen Irak pada Mei lalu menyatakan dia masih hidup di wilayah Suriah, dekat perbatasan Irak.

Berasal dari Irak, Baghdadi telah dijuluki "pria paling diburu di Bumi" dan AS menawarkan hadiah 25 juta dollar AS atau Rp 364,9 miliar bagi siapa pun yang bisa menangkapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber VOA News,AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.