Sri Lanka Siap Eksekusi 18 Terpidana Mati Kasus Narkoba

Kompas.com - 22/08/2018, 21:21 WIB
Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena. AFP / ISHARA S KODIKARAPresiden Sri Lanka Maithripala Sirisena.

COLOMBO, KOMPAS.com - Pemerintah Sri Lanka akan segera memberlakukan kembali hukuman mati dan mengakhiri moratorium yang telah berlangsung selama 42 tahun.

Pengakhiran moratorium tersebut demi dapat mengeksekusi para pelanggar berat kasus narkoba. Demikian disampaikan Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena dilansir AFP.

"Saya bertekad untuk melaksanakan hukuman mati bagi pelanggar kasus narkoba yang serius dan saya akan mulai dengan daftar (18 terpidana) yang diberikan oleh penjara," ujar Presiden Maithripala Sirisena, Rabu (22/8/2018).

Daftar terpidana mati yang dimaksudkan presiden yakni 18 orang yang telah dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan dan kini tengah menanti eksekusi.


Baca juga: Tiru Filipina, Sri Lanka akan Mulai Hukum Mati Pelaku Pengedar Narkoba

Sebanyak 18 terpidana mati tersebut termasuk seorang perempuan. Namun lima di antara terpidana mati itu akan dideportasi ke Pakistan untuk menjalani eksekusi di negara asal mereka.

Meski dipastikan akan dilakukan eksekusi mati, tanggal pasti pelaksanaan hukuman yang pertama setelah lebih dari empat dekade tersebut belum diungkapkan.

Terkait deportasi lima terpidana mati ke Pakistan, Presiden Sirisena mengatakan pihaknya juga akan berkoordinasi dengan perdana menteri baru negara tersebut, Imran Khan, untuk melanjutkan eksekusi.

Kelompok hak asasi internasional dan Uni Eropa telah meminta agar Sri Lanka mempertimbangkan kembali rencana mencabut moratorium hukuman mati, yang diumumkan sejak bulan lalu.

Sri Lanka dikenal sebagai salah satu titik transit peredaran narkoba di dunia. Selama beberapa tahun terakhir, kepolisian Sri Lanka telah menyita lebih dari satu ton kokain.

Angka resmi menunjukkan ada 373 narapidana mati yang kini menunggu eksekusi di penjara Sri Lanka, termasuk 18 terpidana dalam daftar yang diterima presiden.

Baca juga: Coba Selundupkan Seekor Anjing, Pasangan Kuwait Ditahan di Sri Lanka

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelapkan Uang Restoran demi Putrinya yang Sakit, Pria Singapura Dihukum Penjara

Gelapkan Uang Restoran demi Putrinya yang Sakit, Pria Singapura Dihukum Penjara

Internasional
Tantang Petarung MMA, Ahli Wing Chun Ini KO dalam 72 Detik

Tantang Petarung MMA, Ahli Wing Chun Ini KO dalam 72 Detik

Internasional
Terungkap, Selir Raja Thailand Dicopot karena Ingin Seperti Permaisuri

Terungkap, Selir Raja Thailand Dicopot karena Ingin Seperti Permaisuri

Internasional
Dianggap Tak Setia, Selir Raja Thailand Dicopot

Dianggap Tak Setia, Selir Raja Thailand Dicopot

Internasional
Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Internasional
Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung 'Teroris' di Suriah

Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung "Teroris" di Suriah

Internasional
Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Internasional
Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Internasional
Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Internasional
Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak 'Rahasiakan' Halaman Depan

Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak "Rahasiakan" Halaman Depan

Internasional
Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Internasional
Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Internasional
Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Internasional
Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Internasional
Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X