Kompas.com - 21/08/2018, 22:03 WIB
Kompleks nuklir Yongbyon, Korea Utara www.france24.comKompleks nuklir Yongbyon, Korea Utara

WINA, KOMPAS.com - Badan Pengawas Nuklir PBB mengatakan belum melihat adanya indikasi kegiatan nuklir di Korea Utara telah berhenti, meskipun Pyongyang telah berjanji untuk melakukan denuklirisasi.

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dalam laporannya mengatakan, kelanjutan dan pengembangan lebih jauh dari program nuklir Korea Utara dan pernyataan terkait oleh negara itu telah menjadi penyebab keprihatinan serius.

Laporan tersebut dipublikasikan pada Senin (20/8/2018) malam oleh Direktur Jenderal IAEA, Yukiya Amano, sebelum disampaikan dalam pertemuan dewan badan tersebut pada September mendatang.

Meski demikian, laporan tersebut hanya berdasarkan hasil pemantauan terhadap informasi sumber terbuka dan citra satelit.

Baca juga: IAEA Siap untuk Menginspeksi Proses Denuklirisasi Korea Utara

Hal tersebut menyusul pengusiran yang sempat dilakukan Pyongyang terhadap staf IAEA saat mengunjungi situs nuklir Yongbyon pada 2009.

Sejak saat itu Pyongyang telah menolak memberikan izin inspeksi IAEA di wilayahnya.

"Karena badan masih tidak dapat melakukan verifikasi langsung di DPRK (Republik Rakyat Demokratik Korea), pengetahuan tentang program nuklir mereka terbatas."

"Dan dengan kegiatan nuklir yang terus dilakukan di negara itu, pengetahuan yang dimiliki terus menurun," kata IAEA dalam laporan itu dilansir AFP.

Masih menurut laporan tersebut, antara akhir April hingga awal Mei, ada indikasi pengoperasian pembangkit tenaga yang menjalankan laboratorium radiokimia di situs Yongbyon.

Meski demikian pengoperasian pembangkit tenaga tersebut tidak cukup lama untuk dapat menghasilkan inti lengkap dari reaktor pembangkit listrik tenaga nuklir eksperimental.

Baca juga: Korut Masih Terus Bangun Fasilitas Nuklir Yongbyon

Badan pengawas nuklir PBB juga melihat indikasi yang sesuai dengan penggunaan fasilitas pengayaan sentrifugasi yang dilaporkan ada di dalam pabrik, termasuk pengoperasian unit pendingin.

Denuklirisasi Korea Utara merupakan salah satu poin dalam kesepakatan yang dicapai dalam pertemuan puncak antara Presiden AS Donald Trump dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Singapura pada Juni lalu, meski tanpa menyebutkan detailnya.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X