Kompas.com - 21/08/2018, 19:08 WIB

SINGAPURA, KOMPAS.com - Penasihat Negara Myanmar Aung San Suu Kyi mengatakan, masalah terorisme masih menjadi ancaman di negara bagian Rakhine dan dapat memberi dampak serius bagi negara.

Suu Kyi, yang bisa disebut sebagai pemimpin de facto Myanmar, tidak secara khusus penyebut kelompok gerilyawan Rohingya dalam pidatonya menjelang peringatan satu tahun tragedi penyerangan di Rakhine.

Insiden pada 25 Agustus 2017 tersebut menewaskan 32 orang termasuk 11 personil keamanan, setelah seratusan anggota kelompok gerilyawan Rohingya, ARSA, menyerang pos-pos keamanan di perbatasan Rakhine.

Insiden tersebut menjadi pemicu serangan oleh militer Myanmar ke wilayah Rakhine yang akhirnya memaksa ratusan ribu warga muslim Rohingya melarikan diri ke perbatasan Bangladesh.

Baca juga: Myanmar Desak Bangladesh Berhenti Bantu Rohingya di Perbatasan

Kelompok Tentara Penyelamat Rohingya Arakan atau ARSA tersebut dianggap sebagai kelompok teroris oleh pemerintah Myanmar.

"Bahaya aktivitas teroris yang merupakan penyebab awal terjadinya krisis kemanusiaan di Rakhine, masih tetap nyata dan ada hingga hari ini," kata Suu Kyi, Selasa (21/8/2018).

"Kecuali ancaman keamanan ini dapat teratasi, risiko kekerasan antarkomunal masih tetap ada."

"Ini adalah ancaman yang tidak hanya dapat menimbulkan dampak serius terhadap Myanmar, tetapi juga negara-negara lain di kawasan ini dan juga melampauinya," tambah Suu Kyi dilansir Channel News Asia.

Akhir tahun lalu, pemerintah Myanmar dan Bangladesh telah mencapai kesepakatan untuk proses pemulangan warga Rohingya yang mengungsi, namun hingga kini belum terlaksana.

Suu Kyi mengatakan ruang-ruang telah dipetakan untuk permukiman kembali warga Rohingya yang melarikan diri ke Bangladesh, di mana kini menempati kamp-kamp pengungsian.

Namun demikian, ditambahkannya, sulit untuk menetapkan kerangka waktu pemulangan karena kedua negara harus bekerja sama dan menyetujui proses tersebut.

"Warga yang kembali harus dipulangkan oleh Bangladesh. Kami hanya dapat menyambut mereka di perbatasan," kata Suu Kyi menyarankan tanggung jawab untuk memulai proses pemulangan kepada Dhaka.

"Saya berpikir Bangladesh pula lah yang harus memutuskan seberapa cepat proses pemulangan tersebut dapat diselesaikan," lanjutnya.

Baca juga: Begini Upaya Genosida terhadap Rohingya oleh Militer Myanmar

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.