Suu Kyi Sebut Terorisme di Rakhine Masih Jadi Ancaman Bagi Myanmar

Kompas.com - 21/08/2018, 19:08 WIB
Pemimpin Negara Myanmar Aung San Suu Kyi menyampaikan pidato nasional di Naypyidaw pada tanggal 19 September 2017. AFP/YE AUNG THUPemimpin Negara Myanmar Aung San Suu Kyi menyampaikan pidato nasional di Naypyidaw pada tanggal 19 September 2017.

SINGAPURA, KOMPAS.com - Penasihat Negara Myanmar Aung San Suu Kyi mengatakan, masalah terorisme masih menjadi ancaman di negara bagian Rakhine dan dapat memberi dampak serius bagi negara.

Suu Kyi, yang bisa disebut sebagai pemimpin de facto Myanmar, tidak secara khusus penyebut kelompok gerilyawan Rohingya dalam pidatonya menjelang peringatan satu tahun tragedi penyerangan di Rakhine.

Insiden pada 25 Agustus 2017 tersebut menewaskan 32 orang termasuk 11 personil keamanan, setelah seratusan anggota kelompok gerilyawan Rohingya, ARSA, menyerang pos-pos keamanan di perbatasan Rakhine.

Insiden tersebut menjadi pemicu serangan oleh militer Myanmar ke wilayah Rakhine yang akhirnya memaksa ratusan ribu warga muslim Rohingya melarikan diri ke perbatasan Bangladesh.

Baca juga: Myanmar Desak Bangladesh Berhenti Bantu Rohingya di Perbatasan

Kelompok Tentara Penyelamat Rohingya Arakan atau ARSA tersebut dianggap sebagai kelompok teroris oleh pemerintah Myanmar.

"Bahaya aktivitas teroris yang merupakan penyebab awal terjadinya krisis kemanusiaan di Rakhine, masih tetap nyata dan ada hingga hari ini," kata Suu Kyi, Selasa (21/8/2018).

"Kecuali ancaman keamanan ini dapat teratasi, risiko kekerasan antarkomunal masih tetap ada."

"Ini adalah ancaman yang tidak hanya dapat menimbulkan dampak serius terhadap Myanmar, tetapi juga negara-negara lain di kawasan ini dan juga melampauinya," tambah Suu Kyi dilansir Channel News Asia.

Akhir tahun lalu, pemerintah Myanmar dan Bangladesh telah mencapai kesepakatan untuk proses pemulangan warga Rohingya yang mengungsi, namun hingga kini belum terlaksana.

Suu Kyi mengatakan ruang-ruang telah dipetakan untuk permukiman kembali warga Rohingya yang melarikan diri ke Bangladesh, di mana kini menempati kamp-kamp pengungsian.

Namun demikian, ditambahkannya, sulit untuk menetapkan kerangka waktu pemulangan karena kedua negara harus bekerja sama dan menyetujui proses tersebut.

"Warga yang kembali harus dipulangkan oleh Bangladesh. Kami hanya dapat menyambut mereka di perbatasan," kata Suu Kyi menyarankan tanggung jawab untuk memulai proses pemulangan kepada Dhaka.

"Saya berpikir Bangladesh pula lah yang harus memutuskan seberapa cepat proses pemulangan tersebut dapat diselesaikan," lanjutnya.

Baca juga: Begini Upaya Genosida terhadap Rohingya oleh Militer Myanmar

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Internasional
Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Internasional
Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

Internasional
Wabah Virus Corona, 6 Negara Berencana Evakuasi Warga dari China

Wabah Virus Corona, 6 Negara Berencana Evakuasi Warga dari China

Internasional
Cegah Virus Corona, Pemerintah Beijing Minta Warga Tak Bersalaman

Cegah Virus Corona, Pemerintah Beijing Minta Warga Tak Bersalaman

Internasional
Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang, AS dan Jepang Berencana Evakuasi Warganya dari Wuhan

Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang, AS dan Jepang Berencana Evakuasi Warganya dari Wuhan

Internasional
[UPDATE] Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang di China, Hampir 2.000 Orang Terinfeksi

[UPDATE] Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang di China, Hampir 2.000 Orang Terinfeksi

Internasional
Seorang Warga China Diduga Terinfeksi Virus Corona di Sorong

Seorang Warga China Diduga Terinfeksi Virus Corona di Sorong

Internasional
Tangkal Virus Corona, 1.230 Dokter dan Perawat dari Seluruh China Dikerahkan

Tangkal Virus Corona, 1.230 Dokter dan Perawat dari Seluruh China Dikerahkan

Internasional
'Rencana Perdamaian' Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

"Rencana Perdamaian" Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

Internasional
Pakar asal China Ini Sebut Virus Corona Menular lewat Mata

Pakar asal China Ini Sebut Virus Corona Menular lewat Mata

Internasional
Beredar Video Mayat Diduga Korban Virus Corona Tergeletak di Rumah Sakit China

Beredar Video Mayat Diduga Korban Virus Corona Tergeletak di Rumah Sakit China

Internasional
Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

Internasional
12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X