Berusia 95 Tahun, Eks Penjaga Kamp Konsentrasi Dideportasi dari AS

Kompas.com - 21/08/2018, 18:36 WIB
Lubang makam yang disiapkan Nazi sebelum membantai ribuan tahanan Yahudi di Kamp Trawniki, Polandia pada 3 November 1943. Majdanek Museum/WikipediaLubang makam yang disiapkan Nazi sebelum membantai ribuan tahanan Yahudi di Kamp Trawniki, Polandia pada 3 November 1943.
|

NEW YORK, KOMPAS.com - Seorang mantan penjaga kamp konsentrasi Nazi yang puluhan tahun tinggal di New York, AS akhirnya dideportasi ke Jerman.

Demikian diumumkan Gedung Putih, Selasa (21/8/2018) sebagai hasil negoasiasi panjang antara kedua negara.

Jakiw Palij (95), yang bertugas di kamp kerja paksa Trawniki di Polandia, sejak Perang Dunia II berakhir tinggal di Queens, New York.

Baca juga: Foto Korban Kamp Konsentrasi Nazi Jerman di Auschwitz Dipublikasikan

Dia lahir di kawasan yang kini menjadi wilayah Ukraina dan pindah ke Amerika Serikat pada 1949 dan resmi menjadi warga AS pada 1957.

Palij bisa lolos menjadi warga AS setelah berbohong kepada petugas imigrasi terkait perannya dalam Perang Dunia II.

Kepada petugas saat itu dia mengaku hanya bekerja di pertanian dan pabrik sepanjang perang berlangsung.

Pada 2001, akhirnya Palij mengaku kepada Kementerian Kehakiman AS bahwa dia bertugas di Kamp Trawniki pada 1943.

Pada 3 November 1943, sebanyak 6.000 tahanan Yahudi di kamp tersebut ditembak mati dalam sebuah pembantaian tunggal terbesar di masa itu.

"Dengan bertugas sebagai penjaga bersenjata di Kamp Trwaniki untuk mencegah kaburnya tahanan Yahudi, Palij memainkan peran penting dalam memastikan para tahanan mendapatkan nasib buruk mereka di tangan Nazi," demikian pernyataan Gedung Putih

Dalam dokumen pengadilan, Palij membantah sudah melakukan kejahatan. Palij mengklaim, dia dan para pemuda kampung halamannya dipaksa bekerja untuk pasukan pendudukan Nazi.

Halaman:


Sumber CNN
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X