Kompas.com - 21/08/2018, 17:40 WIB

MOSKWA, KOMPAS.com - Pemerintah Rusia berharap kontrak penjualan sistem pertahanan udara S-400 dengan India akan dapat ditandatangani pada tahun ini, menyusul terpenuhinya seluruh aspek teknis dan ekonomi antara kedua belah pihak.

Penandatangan kontrak tersebut ditargetkan dapat terlaksana pada bulan Oktober mendatang. Demikian disampaikan Direktur Layanan Federal Rusia untuk Kerja Sama Militer Teknis (FSMTC) Dmitry Shugaev, Senin (20/8/2018).

"Kami telah mempersiapkan segala yang dibutuhkan untuk penandatanganan kontrak S-400. Semua aspek teknis dan komersial utama telah disepakati. Saya berpikir penandatangan kesepakatan akan terjadi."

"Kami berharap penandatanganan kontrak dengan mitra India kami sudah akan terjadi pada akhir tahun ini," kata Shugaev kepada Sputnik.

Baca juga: Tak Gubris AS, India Tetap Membeli Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Ditambahkannya, bulan Oktober mendatang akan menjadi waktu yang tepat untuk pelaksanaan pertemuan Rusia dan India.

Dalam kesepakatannya dengan India, Rusia disebut telah menurunkan harga akhir penjualan sistem pertahanan S-400 untuk New Delhi.

"India merupakan mitra strategis kami, sehingga kami mempertimbangkan keinginan mereka dan membuat sejumlah kelonggaran," kata Shugaev.

Menurut informasi dari sumber terbuka, kontrak penyediaan sistem pertahanan udara S-400 dengan India semula bernilai 6,5 miliar dolar AS (sekitar Rp 94 triliun).

"Jika kesepakatan ditandatangani, pengiriman S-400 kemungkinan sudah dapat dilakukan mulai 2020," tambah Shugaev.

S-400 merupakan sistem pertahanan udara generasi baru yang mampu menghancurkan target udara jarak jauh hingga 400 kilometer.

Pemerintah Rusia telah menyepakati perjanjian suplai sistem S-400 dengan India, yang dicapai antara Presiden Vladimir Putin dengan Perdana Menteri Narendra Modi pada Oktober 2016 silam.

Selain perjanjian pembelian sistem S-400, Rusia dengan India tengah menjajaki sejumlah kerja sama bidang militer lain, di antaranya pembelian kapal perang fregat serta pengembangan pesawat tempur generasi kelima.

Baca juga: China Dimungkinkan Segera Gelar Uji Coba Sistem Pertahanan Misil S-400

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.