Anak di Nauru Mogok Makan Dua Pekan, Australia Didesak Ambil Tindakan

Kompas.com - 21/08/2018, 14:44 WIB
Negeri kecil Nauru yang kini digunakan Australia sebagai pusat detensi pengungsi dan pencari suaka.AFP/TORSTEN BLACKWOOD Negeri kecil Nauru yang kini digunakan Australia sebagai pusat detensi pengungsi dan pencari suaka.

YAREN, KOMPAS.com - Lebih dari 30 organisasi hak asasi manusia mendesak pemerintah Australia untuk memindahkan semua pencari suaka anak yang ditahan di pulau Pasifik, Nauru.

CNN mewartakan pada Senin (20/8/2018), sebanyak 119 anak-anak dimukimkan di pulau itu. Kelompok HAM menuntut pemerintah membebaskan mereka pada Hari Anak Sedunia pada 20 November mendatang.

Kesehatan anak-anak di Pulau Nauru dilaporkan mengalami penurunan kesehatan secara drastis.

Salah satunya menimpa seorang bocah usia 12 tahun asal Iran yang menderita sakit, setelah menolak makan selama dua pekan. Anak itu membutuhkan perawatan medis yang berada di luar pulau.

Baca juga: Kisah Nauru, Guantanamo-nya Australia di Pasifik

"Kami hanya bisa berasumsi dai depresi karena berbagai aspek kehidupan. Kami tahu dia menolak makan dan minum," kata ketua organisasi Doctors for Refugees, Barri Phatarfod.

Juru bicara Refugee Action Coalition, Ian Rintoul, menyatakan anak tersebut melakukan mogok makan dan sudah memasuki hari ke-19.

Aksinya merupakan upaya untuk memindahkannya ke Australia guna mendapat perawatan medis.

Kebijakan imigrasi Australia melarang para pencari suaka yang tiba dengan perahu untuk bermukim di daratan utama.

Pemerintah Australia mengklaim, anak-anak tidak berada di dalam tahanan, namun mereka beserta orangtua tidak diizinkan untuk meninggalkan pulau itu.

Pimpinan World Vision Australia, Claire Rogers, berpendapat anak-anak di Nauru tidak lagi memiliki harapan.

"Banyak dari mereka tinggal selama bertahun-tahun di tenda. Mereka dipisahkan dari anggota keluarga terdekat," katanya seperti dikutip dari BBC.

Baca juga: Nauru, Negeri Kecil di Pasifik yang Penting untuk Israel

"Mereka tidak memiliki tempat aman untuk bermain atau akses layanan medis," imbuhnya.

Pusat penahanan Australia di Nauru dituding melakukan pelanggaran HAM dan kelebihan kapasitas.

Beban mental pada anak-anak dilaporkan telah mencapai pada tahap keinginan untuk bunuh diri. Sementara, akses ke Nauru sangat sulit dan wartawan asing mendapat sejumlah hambatan.



Terkini Lainnya

Terkuak, India Peringatkan Sri Lanka 1 Jam Sebelum Ledakan Bom Terjadi

Terkuak, India Peringatkan Sri Lanka 1 Jam Sebelum Ledakan Bom Terjadi

Internasional
Pembakaran Kotak Suara di Papua, Fadli Zon Pertanyakan Peran KPU dan Bawaslu

Pembakaran Kotak Suara di Papua, Fadli Zon Pertanyakan Peran KPU dan Bawaslu

Nasional
Dua Pembunuh Sopir Taksi Online di Palembang Divonis Hukuman Mati

Dua Pembunuh Sopir Taksi Online di Palembang Divonis Hukuman Mati

Regional
Dugaan Korupsi, Ketua Panitia Kemah Pemuda Kembali Mangkir Pemeriksaan

Dugaan Korupsi, Ketua Panitia Kemah Pemuda Kembali Mangkir Pemeriksaan

Megapolitan
Cara Go-Jek Tanggulangi Order Fiktif Go-Food yang Rugikan Pengemudi

Cara Go-Jek Tanggulangi Order Fiktif Go-Food yang Rugikan Pengemudi

Megapolitan
Ma'ruf Amin Pastikan Akan Bertemu dengan Sandiaga Uno

Ma'ruf Amin Pastikan Akan Bertemu dengan Sandiaga Uno

Regional
Turki: Jika AS Halangi Pengiriman Jet Tempur F-35, Kami Bisa Mencari di Tempat Lain

Turki: Jika AS Halangi Pengiriman Jet Tempur F-35, Kami Bisa Mencari di Tempat Lain

Internasional
Situng KPU Data 29,54 Persen: Jokowi-Ma'ruf 55,79 Persen, Prabowo-Sandi 44,21 Persen

Situng KPU Data 29,54 Persen: Jokowi-Ma'ruf 55,79 Persen, Prabowo-Sandi 44,21 Persen

Nasional
Di Pontianak, Menteri Agraria Bagikan 6.000 Sertifikat

Di Pontianak, Menteri Agraria Bagikan 6.000 Sertifikat

Regional
4 Caleg di Makassar Dilaporkan ke Gakkumdu Terkait Politik Uang

4 Caleg di Makassar Dilaporkan ke Gakkumdu Terkait Politik Uang

Regional
Sandiaga Tak Hadiri Syukuran Prabowo-Sandi di TMII, Mengapa?

Sandiaga Tak Hadiri Syukuran Prabowo-Sandi di TMII, Mengapa?

Megapolitan
Fadli Zon Usul DPR Bentuk Pansus Kecurangan Pemilu

Fadli Zon Usul DPR Bentuk Pansus Kecurangan Pemilu

Nasional
PKK Jabar: Agama dan Kematangan Usia Jadi Kunci Ketahanan Keluarga

PKK Jabar: Agama dan Kematangan Usia Jadi Kunci Ketahanan Keluarga

Regional
Paritisipasi Turun, Pencoblosan Ulang di 1 TPS di Lebak Dimenangkan Prabowo

Paritisipasi Turun, Pencoblosan Ulang di 1 TPS di Lebak Dimenangkan Prabowo

Regional
Hadiri Syukuran, Ma'ruf Amin Saksikan Penyembelihan Sapi Nazar dari Habib Hilal

Hadiri Syukuran, Ma'ruf Amin Saksikan Penyembelihan Sapi Nazar dari Habib Hilal

Regional

Close Ads X