Singapura Pulihkan Rp 288 Miliar dari Investasi Bodong Skema Ponzi

Kompas.com - 21/08/2018, 13:13 WIB
Logo perusahaan Ezubao. (AFP) Logo perusahaan Ezubao. (AFP)

SINGAPURA, KOMPAS.com - Polisi Singapura berhasil memulihkan sejumlah dana dari kasus investasi bodong dengan menggunakan skema Ponzi oleh perusahaan asal China, Ezuabo.

Channel News Asia mewartakan pada Selasa (21/8/2018), lebih dari 27 juta dollar Singapura atau sekitar Rp 288 miliar sedang diproses untuk dikembalikan ke investor yang menjadi korban.

Ezubao merupakan perusahaan pinjaman peer-to-peer terbesar di China. Perusahaan investasi yang bergerak secara online itu ditutup pada 2016, setelah terungkap melakukan penipuan.

Pada Mei 2016, Departemen Urusan Komersial Kepolisian Singapura membantu pihak berwenang China selama penyelidikan.

Baca juga: Presiden Bank Dunia: Mata Uang Virtual Adalah Skema Ponzi

Setelah aset dilacak, ditemukan bahwa ada 27 juta dollar Singapura yang mengalir secara ilegal ke Singapura.

Secara total, skema Ponzi dalam investasi bodong itu melibatkan sekitar 1,15 juta investor dengan perkiraan dana yang lenyap mencapai 38 miliar yuan atau Rp 80,9 triliun.

Uang yang berhasil dipulihkan akan dikembalikan ke China pada bulan ini. Restitusi kepada investor akan dilaksanakan sesuai dengan peraturan di China.

Direktur Departemen Urusan Komersial Polisi Singapura, David Chew, mengatakan pihak berwenang berkomitmen untuk bekerja dengan mitra negara lain untuk mencegah kejahatan transnasional.

"Relasi kuat antara polisi China dan Singapura sangat penting untuk memastikan sistem keuangan kita tidak disalahkan oleh penjahat," katanya.

Sebanyak 26 orang di China telah dipenjarakan karena kasus ini, termasuk pemimpin perusahaan Ezubao, yang dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dan denda 100 juta yuan atau Rp 213 miliar.

Baca juga: Pemilik Skema Ponzi Terbesar di China Dihukum Penjara Seumur Hidup

South China Morning Post melaporkan, salah satu alasan Ezubao menyebar sangat cepat dalam kurun waktu singkat adalah melalui kampanye iklan yang masif.

Perusahaan tersbeut menghabiskan sekitar 150 juta yuan untuk iklan di televisi.

Kini, pemerintah China makin agresif untuk mengatur skema penggalangan dana semacam itu, sejak runtuhnya perusahaan Ezubao.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kerusuhan India: Kisah Pria yang Dipukuli karena Berjenggot dan Pakai Gamis

Kerusuhan India: Kisah Pria yang Dipukuli karena Berjenggot dan Pakai Gamis

Internasional
Dampak Virus Corona, Cathay Pacific dan Singapore Airlines Liburkan Pegawainya Tanpa Dibayar

Dampak Virus Corona, Cathay Pacific dan Singapore Airlines Liburkan Pegawainya Tanpa Dibayar

Internasional
Arab Saudi Tangguhkan Visa Umrah, Ini Negara Tetangganya yang Positif Virus Corona

Arab Saudi Tangguhkan Visa Umrah, Ini Negara Tetangganya yang Positif Virus Corona

Internasional
Kerusuhan India, 23 Orang Tewas dalam Demo Menentang UU Kewarganegaraan

Kerusuhan India, 23 Orang Tewas dalam Demo Menentang UU Kewarganegaraan

Internasional
23 Orang Tewas di Kerusuhan India, tapi Ada Juga Demo yang Berlangsung Sunyi

23 Orang Tewas di Kerusuhan India, tapi Ada Juga Demo yang Berlangsung Sunyi

Internasional
Keturunan WNI Tanpa Identitas di Malaysia Bertemu Ibu Kandung Setelah 15 Tahun

Keturunan WNI Tanpa Identitas di Malaysia Bertemu Ibu Kandung Setelah 15 Tahun

Internasional
Mahathir Mohamad Merasa Belum Waktunya Mundur

Mahathir Mohamad Merasa Belum Waktunya Mundur

Internasional
Korban Meninggal karena Virus Corona di Iran Bertambah Empat, Total Ada 19

Korban Meninggal karena Virus Corona di Iran Bertambah Empat, Total Ada 19

Internasional
Mahathir Mohamad Ingin Bentuk Pemerintahan yang Pro pada Kepentingan Nasional

Mahathir Mohamad Ingin Bentuk Pemerintahan yang Pro pada Kepentingan Nasional

Internasional
Virus Corona, Perancis Umumkan Kematian Pertama dari Warga Negaranya

Virus Corona, Perancis Umumkan Kematian Pertama dari Warga Negaranya

Internasional
Pertama Kalinya, Liga Sepak Bola Putri Arab Saudi Diluncurkan

Pertama Kalinya, Liga Sepak Bola Putri Arab Saudi Diluncurkan

Internasional
Cerita Warga Codogno, Kota Berjuluk 'Wuhannya Italia', di Tengah Wabah Virus Corona

Cerita Warga Codogno, Kota Berjuluk "Wuhannya Italia", di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
Kerusuhan New Delhi Kian Mencekam, Total 20 Orang Tewas

Kerusuhan New Delhi Kian Mencekam, Total 20 Orang Tewas

Internasional
Wabah Virus Corona, Ritual Rabu Abu di Filipina Berubah

Wabah Virus Corona, Ritual Rabu Abu di Filipina Berubah

Internasional
Tentara AS yang Bertugas di Korea Selatan Terinfeksi Virus Corona

Tentara AS yang Bertugas di Korea Selatan Terinfeksi Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X