Kompas.com - 21/08/2018, 11:23 WIB

PUNE, KOMPAS.com - Seorang pengusaha muda di India mempunyai cara unik untuk meminta maaf kepada pacarnya setelah mereka terlibat pertengkaran.

Pengusaha bernama Nilesh Khedekar tersebut mencetak kertas berisi permintaan maaf dalam berbagai bentuk, dan menyebarkannya ke seluruh penjuru kawasan tempat pacarnya tinggal.

Oddity Central memberitakan Senin (29/8/2018), Khedekar mendengar bahwa pacarnya, Shivde, pulang ke rumahnya di Pimple Saudagar, yang berlokasi di pinggiran Pune.

Baca juga: Bersitegang dengan Pemerintah Saudi, PM Kanada Enggan Minta Maaf

Karena itu, dia mencetak kalima "Shivde, Aku Minta Maaf!" disertai dengan lambang hati, dan membayar orang untuk menempelkannya di papan iklan hingga tepi jalan.

Sekelompok orang yang dibayar Khedekar kemudian menempelkan poster permintaan maaf tersebut pada malam sebelum Shivde pulang.

Jumat pagi waktu setempat (17/8/2018), warga di Pimple Saudagar bangun dan mendapati sekitar 300 permintaan maaf terpasang baik di tiang listrik maupun baliho raksasa.

Beberapa warga mengabadikan permintaan maaf tersebut dan diunggah ke media sosial. Netizen India ada yang menyebut tindakan Khedekar sangat romantis.

Namun tidak demikian halnya dengan otoritas berwajib. Mereka melacak perusahaan yang mencetak permintaan maaf tersebut, kelompok yang menyebarkannya, hingga Khedekar.

Kepada aparat berwajib, pengusaha 25 tahun itu menjelaskan, dia berusaha berbaikan dengan Shivde setelah mereka bertengkar.

"Ide saya adalah berusaha menampilkan permintaan maaf yang kreatif sehingga dia mau memaafkan saya," kata Khedekar dikutip DNA India.

Khedekar melanjutkan, dia menghabiskan uang hingga 72.000 rupee, atau sekitar Rp 15 juta, untuk biaya mencetak dan penyebaran poster tersebut.

Sayangnya, niat romantis tersebut berujung komplain resmi yang dilayangkan Perusahaan Kota Pimpri-Chinchwad (PCMC).

Dia terancam mendapat denda selain diwajibkan menurunkan poster romantis itu. "Saya tidak hanya mengecewakan orangtua saya. Namun juga orangtua pacar saya," keluhnya.

Baca juga: Terbukti Batasi Kuota Mahasiswi, Universitas di Tokyo Minta Maaf

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.