Jepang Tawarkan Teknologi Pesawat Pengintai ke Jerman dan Perancis

Kompas.com - 21/08/2018, 06:51 WIB
Sebuah pesawat intai Kawasaki P-1 buatan Jepang.Wikipedia Sebuah pesawat intai Kawasaki P-1 buatan Jepang.

TOKYO, KOMPAS.com - Bertujuan untuk meningkatkan ekspor produk-produk pertahanan, Jepang kini menggelar pembicaraan dengan Jerman dan Perancis untuk menawarkan teknologi dan suku cadang bagi pesawat patroli militer.

Militer Jerman dan Perancis menggunakan pesawat militer untuk memantau pergerakan kapal-kapal selam Rusia.

Tak seperti Jepang, kedua negara Eropa ini menggunakan pesawat model tua sehingga membutuhkan pesawat dengan teknologi lebih baru.

Baca juga: AS Sumbang 2 Pesawat Pengintai untuk Pantau Teroris di Marawi

Pada April lalu, kedua negara meneken nota kesepahaman untuk membangun pesawat pengintai baru demi memangkas biaya.

Berlin dan Paris tertarik dengan teknologi yang digukanan pesawat patroli P-1 yang buatan  Kawasaki Heavy Industries.

Sumber pemerintahan mengatakan, kini Jerman dan Perancis plus Jepang kini tengah mendiskusikan pembagian tugas dalam pembangunan pesawat baru ini.

Tujuan utamanya adalah menciptakan kerja sama tiga negara selama proses pengembangan pesawat ini.

P-1, digunakan Pasukan Laut Bela Diri Jepang, adalah penerus dari Lockheed Martin P-3C yang banyak digunakan di dunia.

Pesawat P-1 bisa mengirimkan sensor sonik ke laut untuk menangkap gelombang suara yang dihasilkan kapal selam.

Model ini diketahui amat irit bahan bakar dan nyaris tak bersura, selain memiliki kemampuan terbang amat rendah.

Pemerintah Jepang sudah menghilangkan banyak penghalang ekspor teknologi dan suku cadang pertahanan pada April 2014.

Namun, sejumlah perusahaan pertahanan negeri itu gagal mendapatkan kontrak di luar negeri, terutama karena biaya produksi yang tinggi di Jepang.

Baca juga: Dua Jet Tempur China Cegat Pesawat Pengintai AS di Laut China Timur

Pesawat pengintai P-1 ini dijual dengan harga sekitar 16 miliar yen atau sekitar Rp 2,1 triliun per unit.

"Memang mengekspor barang jadi amat penting, tetapi kami juga akan fokus dalam penyediaan teknologi dan suku cadang yang dibutuhkan negara lain," ujar seorang pejabat Kementerian Pertahanan Jepang.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya


Close Ads X