Rusia Siapkan Pembicaraan Damai antara Afghanistan dengan Taliban

Kompas.com - 20/08/2018, 18:34 WIB
Personel keamanan Afghanistan berjaga di lokasi serangan bom mobil di Lashkar Gah, Sabtu (24/2/2018). AFP/NOOR MOHAMMADPersonel keamanan Afghanistan berjaga di lokasi serangan bom mobil di Lashkar Gah, Sabtu (24/2/2018).

KABUL, KOMPAS.com - Rusia menyatakan telah mengundang Taliban untuk menghadiri pembicaraan damai dengan pemerintah Afghanistan yang dijadwalkan pada 4 September mendatang.

"Kami sedang mempersiapkannya (pembicaraan damai) untuk 4 September," kata perwakilan khusus presiden Rusia untuk Afghanistan, Zamir Kabulov dalam laporan yang diberitakan, Interfax, Senin (20/8/2018).

Kabulov menambahkan, pihaknya telah mengundang Taliban untuk hadir dalam pertemuan yang rencananya akan diselenggarakan di ibu kota Rusia tersebut.

"Pembicaraan tersebut dalam rangka meluncurkan proses rekonsilisasi nasional di Afghanistan," kata Kabulov, dilansir AFP.

Baca juga: Presiden Afghanistan Serukan Gencatan Senjata selama Tiga Bulan dengan Taliban

Sebelumnya pada Minggu (19/8/2018), Presiden Afghanistan Ashraf Ghani telah mengumumkan untuk kembali memberlakukan gencatan senjata sementara dengan Taliban mulai pekan ini.

Gencatan senjata tersebut akan berlaku untuk tiga bulan hingga perayaan Maulid Nabi Muhammad yang akan jatuh pada 21 November mendatang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski demikian tawaran gencatan senjata hanya berlaku apabila pihak Taliban juga melakukan hal yang sama.

Kabulov mengatakan, Moskwa menyambut positif gencatan senjata yang diajukan pemerintah Afghanistan dan mengharap kepada Taliban juga akan bereaksi secara positif.

"Pemerintah Rusia mengharap kepada Taliban dapat bereaksi positif terhadap tawaran gencatan senjata yang disampaikan pemerintah Afghanistan," kata dia.

Tak hanya Rusia, pernyataan Presiden Ghani yang mengumumkan gencatan senjata sementara, yang kedua setelah terakhir selama tiga hari saat Idul Fitri, turut diapresiasi NATO dan AS.

Rusia dan sekutunya menyerukan kepada kelompok gerilyawan Taliban untuk meletakkan senjata dan bernegosiasi dengan pemerintah Afghanistan secara langsung.

Moskow juga menyatakan kesiapannya untuk berperan sebagai berfungsi sebagai panggung untuk pembicaraan damai setelah konflik yang berlangsung selama 17 tahun.

Baca juga: Perwakilan AS Bertemu Taliban Bahas Perdamaian Afghanistan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.