Konvoi Bus Lansia Korsel Masuk ke Korut untuk Reuni Keluarga

Kompas.com - 20/08/2018, 11:07 WIB
Salah seorang peserta reuni keluarga, Kim Bong-eoh, tiba di sebuah hotel menjelang reuni keluarga antar-Korea di Sokcho pada Sabtu (19/8/2018).AFP/Ed Jones Salah seorang peserta reuni keluarga, Kim Bong-eoh, tiba di sebuah hotel menjelang reuni keluarga antar-Korea di Sokcho pada Sabtu (19/8/2018).

PYONGYANG, KOMPAS.com - Konvoi bus dari Korea Selatan ( Korsel) dilaporkan memasuki wilayah Korea Utara ( Korut) untuk bersiap mengikuti reuni keluarga.

Dilaporkan AFP Senin (20/8/2018), 89 orang tua dari Korsel beserta pendampingnya berangkat dari Sokcho menuju lokasi reuni di Gunung Kumgang.

Menaiki 14 bus, mereka dilaporkan terlihat melewati kawasan utara di Zona Demiliterisasi yang memisahkan Semenanjung Korea sejak Perang Korea 1950-1953.

Baca juga: Terpisah Sejak Perang, Para Lansia Korsel Bersiap Reuni Keluarga di Korut

Kantor berita Korsel, Yonhap memberitakan, beberapa dari lansia tersebut membawa oleh-oleh untuk orang tercinta mereka di Korut.

Begitu semangatnya bisa berjumpa dengan keluarga mereka, beberapa peserta reuni sudah menunggu di lobi hotel beberapa jam sebelum berangkat.

Salah satunya adalah Shin Jong-ho yang berusia 70 tahun. Dia mengaku bangun pukul 03.00 setelah tidur pukul 21.00 malam sebelumnya.

"Saya merasa sangat baik. Tak ada masalah kesehatan. Saya berharap semua berjalan lancar saat kami tiba," kata Shin.

Agenda reuni selama tiga hari tersebut bakal dimulai pukul 15.00 waktu setempat, kemudian diikuti jamuan makan yang diselenggarakan Korut.

Di hari kedua, mereka bakal bertemu kembali di pagi hari. Kemudian mereka bakal makan siang bersama di kamar peserta Korsel.

Total, ada enam agenda yang bakal diikuti para lansia itu hingga Rabu (22/8/2018) dengan total durasi pertemuan mencapai 11 jam.

Kebanyakan para peserta berusia antara 70 dan 80 tahun, dengan peserta tertua dilaporkan berumur 101 tahun.

Kebanyakan reuni itu bakal diikuti lansia dengan sepupu maupun keponakan. Pemerintah menyediakan 30 staf medis yang berjaga untuk mengantisipasi keadaan darurat.

Reuni keluarga merupakan hasil dari para petinggi Korut-Korsel pada April terkait isu kemanusiaan yang muncul pasca-perang.

Sejak 2000, dua Korea telah melaksanakan 20 reuni keluarga. Total ada 57.000 orang Korsel yang menunggu untuk bertemu keluarga mereka di Utara.

Baca juga: Pemerintah AS Segera Bentuk Satuan Tugas untuk Reuni Keluarga Migran



Terkini Lainnya

Sampaikan Dukacita, Erdogan Sebut Morsi sebagai Martir

Sampaikan Dukacita, Erdogan Sebut Morsi sebagai Martir

Internasional
Mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi Meninggal di Tengah Persidangan

Mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi Meninggal di Tengah Persidangan

Internasional
Ledakan Misterius Terjadi di Perbatasan China dan Korea Utara

Ledakan Misterius Terjadi di Perbatasan China dan Korea Utara

Internasional
Dilanda Kekeringan, Namibia Bakal Jual 1.000 Satwa Liar

Dilanda Kekeringan, Namibia Bakal Jual 1.000 Satwa Liar

Internasional
Diundang Kim Jong Un, Xi Jinping Akan Kunjungi Korea Utara Pekan Ini

Diundang Kim Jong Un, Xi Jinping Akan Kunjungi Korea Utara Pekan Ini

Internasional
Protes Kekerasan oleh Pasien, Ribuan Dokter di India Gelar Aksi Mogok

Protes Kekerasan oleh Pasien, Ribuan Dokter di India Gelar Aksi Mogok

Internasional
Kisah Peluncuran 'Discovery STS-51G', Bawa Astronot Muslim Pertama

Kisah Peluncuran "Discovery STS-51G", Bawa Astronot Muslim Pertama

Internasional
Cadangan Uranium Iran Bakal Melebihi Batas pada 27 Juni

Cadangan Uranium Iran Bakal Melebihi Batas pada 27 Juni

Internasional
Viral soal Pengendara Tertib Berlalu Lintas di India, Ini Penjelasannya

Viral soal Pengendara Tertib Berlalu Lintas di India, Ini Penjelasannya

Internasional
Jumlah Hulu Ledak Nuklir di Dunia Dilaporkan Menurun tapi Lebih Modern

Jumlah Hulu Ledak Nuklir di Dunia Dilaporkan Menurun tapi Lebih Modern

Internasional
Pemerintah Saudi Tutup Kelab Malam 'Halal' di Hari Pembukaannya

Pemerintah Saudi Tutup Kelab Malam "Halal" di Hari Pembukaannya

Internasional
Otoritas Bangladesh Ubah Menu Sarapan di Penjara Setelah 200 Tahun

Otoritas Bangladesh Ubah Menu Sarapan di Penjara Setelah 200 Tahun

Internasional
Mencoba Trik Sulap Houdini, Pesulap Ini Malah Menghilang di Sungai

Mencoba Trik Sulap Houdini, Pesulap Ini Malah Menghilang di Sungai

Internasional
Presiden Brasil: Kriminalisasi Homofobia Justru Rugikan Kaum Gay

Presiden Brasil: Kriminalisasi Homofobia Justru Rugikan Kaum Gay

Internasional
Gelar Misa Perdana di Gereja Notre Dame, Uskup Agung Paris Pakai Helm Putih

Gelar Misa Perdana di Gereja Notre Dame, Uskup Agung Paris Pakai Helm Putih

Internasional

Close Ads X