Jika Negara Lain Tak Bantu, Italia Ancam Pulangkan Migran ke Libya

Kompas.com - 20/08/2018, 10:36 WIB
Dalam foto yang dirilis pada 6 Mei 2018 ini terlihat Aquarius, sebuah kapal SAR yang dioperasikan bersama oleh organisasi SOS Mediterranee dan Doctors without borders (MSF). Dalam foto ini Aquarius berada sekitar 50 kilometer dari pesisir Libya. AFP/LOUISA GOULIAMAKIDalam foto yang dirilis pada 6 Mei 2018 ini terlihat Aquarius, sebuah kapal SAR yang dioperasikan bersama oleh organisasi SOS Mediterranee dan Doctors without borders (MSF). Dalam foto ini Aquarius berada sekitar 50 kilometer dari pesisir Libya.

ROMA, KOMPAS.com - Pemerintah Italia mengancam untuk mengembalikan 177 migran yang berada di kapal penjaga pantai milik Italia selama berhari-hari.

Pernyataan itu dilontarkan oleh Menteri Dalam Negeri Italia Matteo Salvini pada Minggu (19/8/2018), seperti dikutip dari Sky News.

Dia mengingatkan agar negara-negara Eropa lainnya harus membantu menampung para migran, atau dia akan memulangkan mereka ke Libya.

"Eropa perlu secara serius membantu Italia secara konkret, dimulai dengan 177 migran di Kapal Diciotti," katanya.

Baca juga: Insiden Jembatan Ambruk, Italia Umumkan Keadaan Darurat

"Atau kami akan membawa orang-orang yang diselamatkan kembali ke Libya," imbuhnya.

Sebelumnya, Italia telah meminta negara Malta untuk menyelamatkan para migran yang berada di perahu mereka di perairan Malta pada 16 Agustus lalu.

Namun, Malta menolak permintaan itu dengan menyebut kapal migran itu tidak berada dalam kesulitan. Otoritas negara tersebut mengklaim, para migran juga menolak bantuan.

Penjaga pantai Italia kemudian mengirim Kapal Diciotti untuk menyelamatkan migran, tapi pemerintah tidak mengizinkan mereka berlabuh.

Menteri Dalam Negeri Malta Michael Farrugia menuding penyelamatan migran oleh Italia agar mencegah mereka memasuki perairan Italia.

Seperti diketahui, pemerintah Italia terus menolak kedatangan kapal migran ke Italia, sejak koalisi populis mulai memimpin negara pada Juni lalu.

Baca juga: 4 Spekulasi Penyebab Ambruknya Jembatan di Italia

Jika migran dipulangkan kembali ke Libya, Italia akan melanggar hukum internasional karena mengirim mereka ke negara dengan ancaman bahaya kekerasan.

Menteri Infrastruktur Italia Danilo Toninelli menyerukan kepada Uni Eropa agar menerapkan sanksi kepada Malta karena tidak menyelamatkan para migran.

"Tindakan Malta sekali lagi tidak memenuhi syarat dan pantas menerima sanksi," katanya.



Sumber Sky News
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X