Kompas.com - 18/08/2018, 09:15 WIB

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan tidak akan meminta bantuan IMF. Dalam pidatonya akhir pekan lalu Erdogan mengatakan Turki sedang menjajaki kemungkinan dengan China, Rusia, dan Iran.

Bahkan, sebelumnya, Erdogan mengatakan, Turki akan menerbitkan surat utang "panda bond" di pasar keuangan lokal China. Pakar ekonomi menilai, rencana tersebut bisa amat menguntungkan China.

Berita selengkapnya klik tautan di sini.

3. Aksi Balasan, Erdogan Serukan Boikot Produk Elektronik AS
Seruan boikot oleh Presiden Erdogan merupakan aksi balasan atas kebijakan AS yang mengeluarkan sanksi kepada Turki.

Dalam pernyataannya di sebuah stasiun televisi, Erdogan meminta rakyat agar berhenti menggunakan produk dari "Negeri Paman Sam", terutama iPhone.

Seperti diketahui, keputusan Trump membuat mata uang Turki, lira, merosot hingga 16 persen dibanding dolar AS pada pekan lalu.

Berita selengkapnya klik tautan di sini.

4. Nilai Tukar Lira Anjlok, Turis Asing Borong Barang Mewah di Turki
Anjloknya nilai tukar mata uang lira terhadap dollar AS memukul daya beli penduduk Turki, tapi tidak bagi turis asing.

Kurs lira yang merosot mendorong mereka untuk mengunjungi negara itu pada puncak liburan musim panas.

Turis yang sebagian besar berasal dari Arab Saudi dan Asia rela mengantre di luar toko barang mewah seperti Louis Vuitton, Chanel, dan Prada, di Istanbul.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.