Tanggapi Seruan Erdogan, Warga Turki Rekam Aksi Hancurkan iPhone

Kompas.com - 17/08/2018, 19:31 WIB
Beredar video seorang pria di Turki menghancurkan iPhone dengan menggunakan alat pemukul. (CBS News) Beredar video seorang pria di Turki menghancurkan iPhone dengan menggunakan alat pemukul. (CBS News)

ISTANBUL, KOMPAS.com - Pada pekan ini, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyerukan agar warganya tidak membeli produk elektronik dari Amerika Serikat, termasuk iPhone.

Menanggapi seruan boikot tersebut, beberapa warga Turki mengunggah video yang menunjukkan mereka menghancurkan iPhone dengan alat pemukul, palu, dan benda tumpul lainnya.

Dalam satu video yang diunggah pada Kamis (16/8/2017), nampak seorang pria mengumpulkan beberapa iPhone milik rekan-rekannya, yang berjongkok di depan bendera Turki.

Ponsel diletakkan di tanah dan kemudian pria itu memukulnya dengan palu.

Baca juga: Aksi Balasan, Erdogan Serukan Boikot Produk Elektronik AS

"Ini untuk ibu pertiwi," kata seorang pria saat menghancurkan ponsel-ponsel itu.

"Anda pikir, Anda siapa?" ucap pemuda merujuk kepada Presiden AS Donald Trump, seperti dikutip dari CBS News.

"Jika Anda mengancam kami dengan kelaparan, Anda hanya akan membuat kami tertawa," ujarnya.

Video lainnya menunjukkan seorang bocah menuangkan sebotol minuman Coca Cola ke dalam toilet sebagai bentuk kebencian terhadap produk asal AS.

Selain itu, video yang beredar lainnya memperlihatkan seorang anggota parlemen dari Partai Gerakan Nasionalis Turki, Cemal Enginyurt, membeli ponsel Samsung.

Dia meminta seorang anggota partai untuk membuah iPhone lamanya ke lantai dan menginjaknya.

Baca juga: Ankara Ancam Bakal Ambil Tindakan Jika AS Kembali Menjatuhkan Sanksi pada Turki

Seperti diketahui, hubungan dua negara anggota Organisasi Pertahanan Atlantik Utara (NATO) itu sedang renggang setelah Turki menahan pendeta bernama Andrew Brunson.

Brunson ditangkap karena dianggap terlibat dalam upaya kudeta menggulingkan Erdogan yang gagal di 2016.

Kemudian, Trump menerapkan penggandaan tarif impor baja dan aluminium terhadap Turki, yang sempat membuat mata uang lira merosot tajam.


Terkini Lainnya

Antisipasi Dampak Kabut Asap di Bengkalis, Polsek Rupat Bagikan Masker

Antisipasi Dampak Kabut Asap di Bengkalis, Polsek Rupat Bagikan Masker

Regional
Jelang Beroperasi, LRT Jakarta Gelar Simulasi Tanggap Darurat

Jelang Beroperasi, LRT Jakarta Gelar Simulasi Tanggap Darurat

Megapolitan
TKN Minta KPU Buat Aturan untuk Timses yang Protes Saat Debat Berlangsung

TKN Minta KPU Buat Aturan untuk Timses yang Protes Saat Debat Berlangsung

Nasional
Wakil Ketua PN Jakarta Selatan Jadi Hakim Ketua Sidang Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet

Wakil Ketua PN Jakarta Selatan Jadi Hakim Ketua Sidang Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet

Megapolitan
Burung Dara Cina Terpantau Bermigrasi ke Pulau Seram

Burung Dara Cina Terpantau Bermigrasi ke Pulau Seram

Regional
Rencana DKI Bereskan Lahan Cengkareng Barat..

Rencana DKI Bereskan Lahan Cengkareng Barat..

Megapolitan
Lima Owa Jawa Dilepasliarkan di Hutan Lindung Gunung Malabar

Lima Owa Jawa Dilepasliarkan di Hutan Lindung Gunung Malabar

Regional
Fakta Spanduk Pendukung Jokowi-Amin Sambut Sandiaga, 'Saya Nggak Apa-apa' hingga Muncul di Rute Kunjungan di Banyuwangi

Fakta Spanduk Pendukung Jokowi-Amin Sambut Sandiaga, "Saya Nggak Apa-apa" hingga Muncul di Rute Kunjungan di Banyuwangi

Regional
Otoritas Italia Denda Ryanair dan Wizzair atas Kebijakan Bagasi Kabin

Otoritas Italia Denda Ryanair dan Wizzair atas Kebijakan Bagasi Kabin

Internasional
Harapan Joko Driyono kepada Pengurus PSSI yang Baru..

Harapan Joko Driyono kepada Pengurus PSSI yang Baru..

Megapolitan
KPU Gunungkidul Ajukan Tambahan Kotak Suara

KPU Gunungkidul Ajukan Tambahan Kotak Suara

Regional
Pria yang Aniaya Mantan Istri Rekam Dirinya Ancam Anak dengan Senjata

Pria yang Aniaya Mantan Istri Rekam Dirinya Ancam Anak dengan Senjata

Megapolitan
Setelah Diperiksa 22 Jam, Joko Driyono Akan Beraktivitas Seperti Biasa

Setelah Diperiksa 22 Jam, Joko Driyono Akan Beraktivitas Seperti Biasa

Megapolitan
Pelaku Pembunuh Ibu Hamil dengan Luka di Perut adalah Suaminya Sendiri

Pelaku Pembunuh Ibu Hamil dengan Luka di Perut adalah Suaminya Sendiri

Regional
Dedi Mulyadi: Elektabilitas 11,3 Persen Menunjukan Golkar Keluar dari Zona Menyedihkan

Dedi Mulyadi: Elektabilitas 11,3 Persen Menunjukan Golkar Keluar dari Zona Menyedihkan

Regional

Close Ads X