Ankara Ancam Bakal Ambil Tindakan Jika AS Kembali Menjatuhkan Sanksi pada Turki

Kompas.com - 17/08/2018, 19:06 WIB
Warga berjalan melewati papan informasi terkait nilai tukar uang Lira di Istanbul, Turki, 13 Agustus 2018. Dirundung krisis ekonomi, nilai tukar mata uang Turki lira merosot tajam. Hingga Jumat (10/8/2018) lalu, posisi lira anjlok 15,88 persen ke level 6,4323 per dollar Amerika Serikat (AS). AFP PHOTOWarga berjalan melewati papan informasi terkait nilai tukar uang Lira di Istanbul, Turki, 13 Agustus 2018. Dirundung krisis ekonomi, nilai tukar mata uang Turki lira merosot tajam. Hingga Jumat (10/8/2018) lalu, posisi lira anjlok 15,88 persen ke level 6,4323 per dollar Amerika Serikat (AS).

ANKARA, KOMPAS.com - Pemerintah Turki berjanji bakal mengambil tindakan apabila Amerika Serikat kembali menjatuhkan sanksi terkait kasus penahanan seorang pendeta AS yang telah memicu ketegangan diplomatik kedua negara.

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin pada Kamis (16/8/2018) memperingatkan bahwa Amerika akan memberlakukan lebih banyak sanksi kepada Turki, kecuali Ankara membebaskan pendeta Andrew Brunson.

Brunson adalah pendeta Gereja Presbyterian yang ditangkap aparat Turki ketika sedang mengurus izin menjadi warga tetap di Turki.

Namun pendeta yang sudah tinggal selama 23 tahun itu dituduh terlibat dalam upaya kudeta menggulingkan Presiden Recep Tayyip Erdogan di 2016.

Baca juga: Krisis Keuangan Turki Diprediksi Bakal Terus Berlanjut

Sementara Presiden Trump melihat Brunson sebagai seorang "sandera" sehingga harus dibebaskan.

Menteri Perdagangan Turki Ruhsar Pekcan pada Jumat (17/8/2018) menanggapi ancaman baru AS.

"Kami telah memberikan respon sesuai dengan aturan Organisasi Perdagangan Dunia dan akan tetap melakukan seperti itu," kata Pekcan dikutip kantor berita Anadolu.

Namun tidak dirinci langkah tindakan yang akan diambil Turki jika AS benar menjatuhkan sanksi tambahan.

Ancaman tambahan sanksi itu datang saat Ankara berusaha meyakinkan kembali pasar, usai nilai mata uang lira terperosok akibat kenaikan tarif impor yang dijatuhkan Presiden Trump.

Ancaman terbaru AS itu datang setelah Menteri Keuangan Turki Berat Albayrak, yang juga menantu dari Presiden Erdogan, berusaha menenangkan pasar dengan menggelar telekonferensi bersama ratusan investor asing dari Amerika, Eropa hingga Asia.

Pada kesempatan itu, dia mengatakan bahwa Turki akan menjadi lebih kuat setelah krisis yang menerpa mata uang lira.

Baca juga: Dukung Turki, Qatar Janjikan Investasi Langsung Rp 219 Triliun

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP,Anadolu
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.