Kompas.com - 17/08/2018, 08:48 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com - Departemen Pertahanan AS dan Gedung Putih telah sepakat menunda pelaksanaan parade militer untuk menghormati veteran militer Amerika sekaligus peringatan satu abad Perang Dunia I setidaknya hingga 2019 mendatang.

Penundaan tersebut dilakukan setelah sebuah laporan menunjukkan jika biaya yang dibutuhkan untuk menggelar parade militer tersebut telah melonjak hingga menjadi lebih dari 90 juta dolar AS (sekitar Rp 1,3 triliun).

Parade militer yang diperintahkan oleh Presiden Donald Trump itu awalnya direncanakan akan digelar untuk akhir tahun ini.

"Kami awalnya menargetkan parade militer untuk digelar pada 10 November 2018, tetapi sekarang telah disepakati untuk mencari peluang pada 2019," kata juru bicara Pentagon Kolonel Rob Manning dalam pernyataan, Kamis (16/8/2018).

Baca juga: Militer AS Resmikan Markas Besar Baru di Korea Selatan

Semula saat Trump memunculkan wacana menggelar pawai militer pada Februari lalu, direktur anggaran mengatakan perkiraan biaya yang dibutuhkan antara 10 sampai 30 juta dolar (Rp 437 miliar).

Namun seorang pejabat AS mengatakan kepada AFP, perkiraan anggaran tersebut telah mencapai lebih dari tiga kali lipat dari semula.

Parade militer semula direncanakan untuk digelar bertepatan dengan Hari Veteran pada 11 November mendatang dan diharapkan turut menyertakan pertunjukan besar kekuatan udara Amerika.

Wacana yang dimunculkan Trump itu bermula dari bagaimana presiden terkesima dengan parade Hari Bastille yang digelar di Perancis pada Juli 2017 lalu.

Lonjakan perkiraan biaya tersebut langsung mendapat sorotan media AS yang melihatnya kontras dengan pernyataan Trump sebelumnya tentang kekhawatirannya biaya latihan militer bersama Korea Selatan yang kemudian ditangguhkan.

"Kami akan menghentikan latihan perang yang akan menyelamatkan kami sejumlah besar uang," kata Trump dalam konferensi pers usai pertemuan dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Juni lalu.

Ketika itu, dilaporkan bahwa latihan perang dengan Korsel akan menghabiskan biaya sekitar 14 juta dolar (sekitar Rp 204 miliar).

Baca juga: Trump: Latihan Militer AS dan Korsel Bakal Dihentikan

Amerika Serikat pernah mengadakan parade militer besar-besaran untuk menandai berakhirnya konflik.

Pada 1991, di bawah pemerintahan presiden George HW Bush, AS mengadakan Parade Kemenangan Nasional di Washington untuk merayakan berakhirnya Perang Teluk pertama.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.