Insiden Jembatan Ambruk, Italia Umumkan Keadaan Darurat

Kompas.com - 16/08/2018, 11:42 WIB
Kondisi Jembatan Morandi di Kota Genoa, Italia, yang ambruk pada Selasa (14/8/2018). Kantor berita ANSA menyebut sedikitnya 39 orang tewas akibat ambruknya salah satu seksi jembatan sepanjang 1.100 meter itu setelah hujan lebat yang mengguyur Selasa siang, waktu setempat.AFP PHOTO/PIERO CRUCIATTI Kondisi Jembatan Morandi di Kota Genoa, Italia, yang ambruk pada Selasa (14/8/2018). Kantor berita ANSA menyebut sedikitnya 39 orang tewas akibat ambruknya salah satu seksi jembatan sepanjang 1.100 meter itu setelah hujan lebat yang mengguyur Selasa siang, waktu setempat.

ROMA, KOMPAS.com - Perdana Menteri Italia, Giuseppe Conte, mengumumkan keadaan darurat selama setahun ke depan.

Pemberlakuan status tersebut terjadi pasca-insiden ambruknya Ponte (jembatan) Morandi di Genoa, Selasa (14/8/2018), dan menewaskan 39 orang.

Diwartakan BBC dan Sky News Rabu (15/8/2018), Conte mengatakan pemberlakuan status itu datang dari permintaan Gubernur Liguria, Giovani Toti.

Baca juga: Jembatan Ambruk di Italia, Jumlah Korban Belum Diketahui


Dalam sidang kabinet di Genoa, Conte mengumumkan menyepakati permintaan tersebut. Dia juga berkata menyiapkan dana 5 juta euro, atau Rp 83 miliar.

Nantinya, dana tersebut bakal dipakai untuk keadaan darurat. Selain itu, Conte berujar bakal dilaksanakan hari berkabung nasional.

"Tragedi yang terjadi di masyarakat modern ini sangatlah tak bisa diterima. Pemerintahan ini bakal memastikan tragedi yang sama tak akan terulang," tegas Conte.

10.000 anggota tim penyelamat, termasuk di dalamnya 400 pemadam kebakaran, bekerja untuk melakukan evakuasi di sekitar Morandi.

Khawatir bahwa struktur jembatan yang lain bakal runtuh, pemerintah memutuskan untuk mejauhkan 630 warga yang hidup di sekitar Morandi.

Jaksa Genoa, Francesco Cozzi menyatakan, dia tidak memercayai jika jembatan ambruk tersebut merupakan sekadar kecelakaan.

Saat ini, fokus kejaksaan adalah melihat apakah terdapat kecatatan dalam desain maupun perawatan yang tidak memadai.

"Saya tidak tahu apakah bakal ada yang bertanggung jawab dalam peristiwa ini. Yang jelas, untuk sekarang saya yakin ini bukan kecelakaan," terang Cozzi.

Sebelumnya, Conte menyatakan bakal mencabut kontrak Autostrade per l'Italia, perusahaan yang bertanggung jawab atas perawatan jembatan dan jalan tol di Morandi.

Autostrade berkilah bahwa mereka sudah melakukan pengecekan dan perawatan setiap tiga bulan menggunakan teknik khusus.

Namun, Autostrade mengaku bahwa struktur jembatan yang dibangun pada 1960-an tersebut sempat mengalami degradasi di 2011 karena banyaknya kendaraan.

Sebelumnya, jembatan kabel yang dinamai berdasarkan penciptanya, Riccardo Morandi, itu ambruk setelah sebelumnya Genoa diguyur hujan deras.

Harian Italia Corriere Della Sera mengulas, kasus Morandi merupakan insiden jembatan ambruk kelima yang menimpa Italia dalam lima tahun terakhir.

Wakil Perdana Menteri Matteo Salvini menyalahkan Uni Eropa (UE) karena membatasi anggaran pengeluaran mereka.

Baca juga: Pencarian Korban Tragedi Jalan Layang Ambruk di Italia Terus Berlanjut

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik dengan Pakistan, India Langsung Menjawab

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik dengan Pakistan, India Langsung Menjawab

Internasional
Jet Tempur Pasukan Khalifa Haftar Mendarat Darurat di Jalanan Tunisia

Jet Tempur Pasukan Khalifa Haftar Mendarat Darurat di Jalanan Tunisia

Internasional
Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Internasional
Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Internasional
Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Internasional
Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Internasional
Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Internasional
Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Internasional
Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Internasional
Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

Internasional
2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

Internasional
Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Internasional
Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Internasional
Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Internasional
Close Ads X