Trump Frustrasi Pendeta AS Tak Kunjung Dibebaskan Turki

Kompas.com - 15/08/2018, 15:39 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump frustrasi dengan tindakan rezim Korut, Kim Jong Un.AFP Photo/Frederic J Brown Presiden Amerika Serikat Donald Trump frustrasi dengan tindakan rezim Korut, Kim Jong Un.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat ( AS) Donald Trump begitu frustrasi setelah  pendeta Andrew Brunson tak segera dibebaskan Turki.

Pernyataan itu disampaikan Sekretaris Pers Gedung Putih, Sarah Sanders, sebagaimana diberitakan Hurriyet Rabu (15/8/2018).

"Presiden tak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya karena Pastor Brunson sejauh ini masih belum ada tanda-tanda bakal dibebaskan," kata Sanders.

Baca juga: AS Beri Tenggat Waktu bagi Turki untuk Bebaskan Pendeta

Sekretaris pers berusia 36 tahun itu melanjutkan selain Brunson, Trump juga frustrasi karena warga AS lainnya juga tak dibebaskan Turki.

"Kami akan terus melanjutkan berseru kepada Turki untuk melakukan hal benar dengan melepaskan setiap warga negara AS yang mereka tahan," tutur Sanders kembali.

Brunson ditangkap pada 7 Oktober 2016 ketika mengajukan permohonan untuk mendapatkan izin tinggal permanen di Turki.

Pendeta Presbyterian yang berdinas di Izmir itu ditahan dengan tuduhan terlibat dalam upaya kudet menggulingkan Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Selain Brunson, Turki juga menahan warga AS lainnya dengan tuduhan serupa. Antara lain Ismail Kul, dosen kimia di Universitas Widener Pennsylvania.

Kemudian adik Kul, Mustafa, serta fisikawan Badan Antariksa AS (NASA) Serkan Golge yang berusia 37 tahun.

Trump menyerukan kepada Erdogan untuk melepaskan Brunson, yang ditanggapi permintaan agar Trump mengesktradisi Fethullah Gulen.

Dia adalah pemimpin keagamaan serta organisasi Pergerakan Gulen yang dianggap dalang di balik kudeta 2016.

26 Juli lalu, Wakil Presiden Mike Pence meminta agar Erdogan membebaskan Brunson, atau dia mengancam bakal menjatuhkan sanksi.

Ancaman itu menjadi kenyataan di 1 Agustus ketika Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi kepada dua menteri Turki.

Baca juga: Trump Bakal Beri Sanksi Keras jika Turki Tak Bebaskan Pendeta AS

Menteri Kehakiman Abdulhamit Gul dan Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu disebut bertanggung jawab atas penahanan Brunson.

Selain itu, Trump juga mengumumkan penggandaan tarif bea masuk untuk produk baja dan aluminium dari Ankara.

Sanksi dan penggandaan tarif itu membuat mata uang Turki, lira, merosot sampai 16 persen pekan lalu dibanding dolar AS.

Erdogan meminta pendukungnya tak panik, dan mengajak memboikot produk elektronik AS. "Jika mereka punya iPhone, masih ada Samsung di sisi lain," katanya.

Baca juga: Sanksi kepada Turki Jadi Bukti Keseriusan AS soal Pembebasan Pendeta



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya


Close Ads X