Hari Ini dalam Sejarah: Terusan Panama Mulai Beroperasi

Kompas.com - 15/08/2018, 15:17 WIB
Sebuah kapal baru saja melewati gerbang air Miraflores Lock, yang bagi perjalanan dari Atlantik ke Pasifik merupakan tangga air terakhir Kanal Panama sebelum melaju ke samudra bebas. BUDIARTO DANUJAYASebuah kapal baru saja melewati gerbang air Miraflores Lock, yang bagi perjalanan dari Atlantik ke Pasifik merupakan tangga air terakhir Kanal Panama sebelum melaju ke samudra bebas.

KOMPAS.com - Hari ini 104 tahun lalu, tepatnya 15 Agustus 1914 Kanal atau Terusan Panama mulai beroperasi untuk mendukung transportasi air.

Terusan Panama terletak di Panama, Amerika Tengah yang membagi tanah genting Panama sepanjang 82 kilometer serta membelah daratan Amerika Utara dan Amerika Selatan.

Kanal ini berhasil menghubungkan Samudra Pasifik dan Samudra Atlantik.

Pembangunan kanal

Ide pembangunan kanal muncul pada abad ke-16. Kala itu, Raja Charles V dari Spanyol ingin  agar kapal Emas bisa melintas.

Ia berpandangan, jika tanah genting Panama dibenahi akan meringankan perjalanan kapal kerajaan dari Ekuador ke Peru.

Meskipun, saat itu ada survei soal keadaan politik dan teknologi di Eropa yang belum memungkinkan pengerjaan proyek tersebut.

Pada 1855, Amerika Serikat telah menyelesaikan rel kereta api di seluruh Tanah Genting Panama.

Hal ini mendorong munculnya kembali wacana pembangunan kanal.

Rencana itu didorong oleh selesainya Terusan Suez di bawah pimpinan Ferdinand de Lesseps.

Pada 1 Januari 1880, pembangunan terusan ini dimulai dengan mencontoh keberhasilan Terusan Suez.

Akan tetapi, muncul berbagai permasalahan karena perencanaan yang tidak memadai dan tergesa-gesa.

Para pekerja terserang wabah malaria dan demam kuning sehingga menimbulkan korban. Selain itu, masalah keuangan juga menimpa proyek ini.

Pada 1889, Lesseps bangkrut. Peralatan yang terbuat dari besi dan baja mulai berkarat, sebagian pekerja angkat tangan, dan kembali ke asalnya.

Melihat kondisi ini, pelaksana proyek melobi Amerika Serikat untuk melanjutkan proses pembangunan.

Pada 1902, Amerika Serikat mengesahkan pembelian perusahaan kanal Perancis dan mengalokasikan dana untuk pembangunan kanal.

Hal ini dilakukan AS setelah berhasil memerdekakan Panama dari Kolombia. Sebagai kompensasinya, Pemerintah Panama memberikan hak pengelolaan kanal kepada AS.

Akhirnya, pada 1906, proyek tersebut dilanjutkan dengan persiapan dan penyediaan infrastruktur yang memadai.

Para insinyur Amerika mulai merancang konstruksi dengan teliti. Tiga tahun berikutnya dihabiskan untuk membangun fasilitas konstruksi dan memberantas penyakit tropis di daerah tersebut.

Pada 1909, pembangunan dimulai. Di salah satu proyek konstruksi, para insinyur AS memindahkan hampir 240 juta meter kubik tanah dan menghabiskan hampir 400 juta dollar AS untuk membangun kanal sepanjang 40 mil.

Beroperasi

Pada 15 Agustus 1914, Terusan Panama dibuka untuk lalu lintas. Sejak beroperasi, Terusan ini telah membantu 800.000 kapal menyeberang.

Adanya Terusan Panama juga memotong waktu tempuh kapal laut karena tidak perlu memutar lewat ujung selatan Amerika Selatan.

Di Terusan Panama terdapat 3 Lock, yaitu Gatun Locks, Pedro Miguel Locks, dan Miraflores Locks.

Kapal yang datang dari arah Samudera Atlantik akan melewati Gatun Locks dan kapal diangkat 85 feet (26 meter) ke permukaan Danau Gatun.

Selanjutnya, kapal terus melintasi Danau Gatun hingga jarak 23 mil (37 km) sebelum kemudian masuk Gaillard (Culebra).

Setelah melewati Gaillard Cut ini, kapal kemudian akan berlayar menuju Pedro Miguel Locks (panjang Gaillard Cut adalah 8 mil atau 13 km).

Sesampainya di Pedro Miguel Locks, kapal diarahkan berlayar menuju Danau Miraflores yang akhirnya akan bertemu Locks terakhir yaitu Miraflores Locks.

Kapal akan kembali diturunkan ke sea level hingga kemudian berlayar bebas ke laut lepas.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X