Kompas.com - 15/08/2018, 14:17 WIB
|

CHICAGO, KOMPAS.com - Para ilmuwan akhirnya sukses menemukan apa yang disebut sebagai "gen zombie" yang membuat gajah kebal terhadap penyakit kanker.

Para ilmuwan berharap penemuan terbaru ini bisa menjadi terobosan di dunia kesehatan untuk memerangi penyakit mematikan itu.

Menurut catatan, satu dari enam orang di seluruh dunia meninggal dunia karena kanker. Namun, hanya satu dari 20 gajah di dunia yang mati karena penyakit tersebut.

Padahal, gajah diketahui memiliki sel-sel yang berpotensi memicu kanker 100 kali lebih banyak dibanding manusia.

Baca juga: Sedang Berenang, Turis Kaget Saat Gajah Datang Menghampiri.

Para ilmuwan menemukan, ternyata gajah telah berevolusi sedemikian rumah untuk membuat LIF6, gen mati pada mamalia, kembali berfungsi.

Sebagai respon atas rusaknya DNA itu, versi protein penekan tumor p53 pada gajah memicu "gen zombie" LIF6 untuk secara efektif mematikan sel-sel berbahaya sebelum menjadi kanker.

Salah seorang penulis studi ini Profesor Vincent Lynch, pakar evolusi biologi dan genetika di Universitas Chicago, memberikan penjelasan.

"Potensi gajah mengidap kanker jauh lebih kecil dari yang seharusnya jika dikaitkan dengan ukuran badannya, jadi kami ingin mengetahui secara genetika bagaimana mereka bisa tahan terhadap kanker," ujar Lynch.

"Kami menemukan, gajah dan kerabatnya memiliki banyak salinan gen LIF yang sudah tak berfungsi. Namun, gajah dalam evolusinya bisa menghidupkan kembali satu dari gen-gen mati itu, yakni LIF6," tambah Lynch.

Penemuan ini, lanjut Lynch, memungkinkan para ilmuwan mengisolasi variasi genetik spesifik ini dan fokus pada salah satu yang berfungsi untuk menekan sel-sel kanker.

Pertama, para ilmuwan memasukkan DNA penyebab kanker ke dalam sel-sel tubuh gajah dan kerabatnya yang lebih kecil.

Hal ini dilakukan untuk melihat apakah sel-sel gajah memiliki respon berbeda dalam menghadapi ancaman kanker.

"Sel-sel di dalam tubuh gajah langsung mati, tetapi tidak dengan sel-sel tubuh kerabat gajah," papar Lynch.

"Karena sel-sel gajah langsung mati segera setelah DNA penyebab kanker itu mati, maka tak ada risiko sel itu menjadi sel kanker," lanjut dia.

Namun, gajah bukanlah satu-satunya hewan yang dalam proses evolusinya menemukan cara untuk kebal dari kanker.

"Spesies lain seperti paus, kelelawar, dan tikus tanah tidak memiliki gen LIF yang mati seperti halnya pada gajah. Artinya mereka mengembangkan cara berbeda untuk melawan kanker," papar Lynch.

Baca juga: Perahu Safari Penuh Turis di Afrika Nyaris Diserang Seekor Gajah

Kini Lynch dan para koleganya mencoba mengaplikasikan strategi gajah menghadapi kanker ini untuk mencari cara mengatasi masalah ini pada manusia.

"Mungkin kami bisa mencari cara untuk mengembangkan obat yang bisa meniru perilaku gen LIF6 gajah atau membuat sel kanker menghidupkan salinan gen LIF6 mereka," tambah dia.

Penemuan terbaru ini sudah dipublikasikan dalam jurnal Cell Reports.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber Mirror
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.