Kompas.com - 15/08/2018, 06:47 WIB
Presiden Venezuela Nicolas Maduro menghadiri upacara peringatan ulang tahun ke-81 Garda Nasional di Caracas, Sabtu (4/8/2018). AFP/JUAN BARRETOPresiden Venezuela Nicolas Maduro menghadiri upacara peringatan ulang tahun ke-81 Garda Nasional di Caracas, Sabtu (4/8/2018).

CARACAS, KOMPAS.com - Pihak berwenang Venezuela telah menahan seorang jenderal yang diduga turut terlibat dalam upaya pembunuhan Presiden Nicolas Maduro.

Melansir dari AFP, selain seorang jenderal, otoritas Venezuela juga telah menahan seorang perwira militer lainnya.

Mayor Jenderal Alejandro Perez Gomez, dari pasukan nasional negara, muncul di hadapan pengadilan pada Senin (13/8/2018), bersama dengan politisi oposisi Juan Requesens dan Kolonel Pedro Javier Zambrano.

Disampaikan Jaksa Agung Tarek William Saab dalam konferensi pers, Selasa (14/8/2018), hingga kini telah ada 14 orang yang ditahan dan didakwa terlibat dalam insiden percobaan pembunuhan presiden.

Baca juga: Presiden Venezuela Desak Trump Usut Pelaku yang Coba Bunuh Dirinya

"Namun penangkapan lebih lanjut masih sangat dimungkinkan untuk terjadi," kata Saab kepada wartawan.

Insiden yang terjadi pada 4 Agustus lalu itu menyebabkan sejumlah personil keamanan mengalami luka.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat itu, dua buah drone yang membawa bahan peledak meledak di dekat Presiden Maduro yang tengah menyampaikan pidato dalam parade militer di Caracas.

Maduro menyebut bom drone tersebut dikirim untuk membunuhnya, namun pihak oposisi justru melihat insiden ini merupakan rencana presiden untuk meningkatkan penindasan oleh penguasa.

Pemerintah Maduro telah meminta pemblokiran rekening milik Requesens, selain itu juga meminta kepada Interpol untuk menangkap Julio Borges, ketua parlemen oposisi yang melarikan diri ke Kolombia.

Pengamat militer, Rocio San Miguel menyampaikan kepada AFP bahwa di Venezuela tengah terjadi "perburuan" para jenderal dan perwira militer yang menentang Maduro.

San Miguel memperkirakan, sekitar 200 anggota pasukan bersenjata saat ini ditahan dan dimasukkan ke dalam penjara.

Baca juga: Presiden Venezuela Izinkan FBI Bantu Penyelidikan tapi dengan Syarat



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.