Duterte: China Tak Bisa Klaim Wilayah Udara di Atas Pulau Buatan

Kompas.com - 15/08/2018, 05:37 WIB
Gaven Reef adalah salah satu pulau buatan China di LCS yang diyakini sudah dipersenjatai. ASIA MARITIME TRANSPARENCY INITIATIVE/TELEGRAPHGaven Reef adalah salah satu pulau buatan China di LCS yang diyakini sudah dipersenjatai.

MANILA, KOMPAS.com — Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengkritik pernyataan China yang mengklaim wilayah udara di atas pulau-pulau buatan mereka.

Pulau-pulau buatan tersebut dibangun China di atas terumbu karang yang berada di perairan yang disengketakan di Laut China Selatan.

"Anda tidak bisa membuat sebuah pulau, buatan manusia, kemudian mengatakan bahwa wilayah udara di atasnya adalah milik Anda."

"Itu salah karena perairan itu adalah apa yang kita sebut sebagai wilayah laut internasional," kata Duterte, Selasa (14/8/2018).

Baca juga: Beijing: Tidak Ada Pulau Buatan di Laut China Selatan

Pernyataan tersebut disampaikan Duterte di hadapan para tamu undangan, termasuk duta besar AS dan negara-negara asing lainnya. Duterte sebelumnya sangat jarang menyampaikan kritikan publik terhadap China.

Dua pekan sebelumnya, Filipina juga telah menyampaikan keprihatinannya atas meningkatnya panggilan peringatan oleh China melalui radio yang meminta kapal dan pesawat Filipina untuk menjauh dari pulau-pulau buatan China di perairan yang disengketakan.

"Saya berharap China dapat menahan perilakunya. Karena pada satu hari seorang komandan pemarah di sana bisa saja menekan tombol," tambah Duterte.

China diketahui telah mengubah tujuh pulau karang di Laut China Selatan menjadi pulau buatan menggunakan pasir kerukan.

Pulau-pulau buatan itu berada dekat dengan pulau yang diduduki oleh Vietnam, Filipina dan Taiwan. Selain itu, Malaysia dan Brunei turut mengklaim rangkaian pulau kecil dan tandus itu.

Sebuah laporan pemerintah Filipina, dilansir SCMP, menunjukkan pesawat militernya yang tengah berpatroli di dekat pulau buatan di kepulauan Spratly, Laut China Selatan, menerima setidaknya 46 kali peringatan dari radio China selama paruh waktu kedua tahun lalu.

Pada Januari lalu, pesawat angkatan udara Filipina saat berpatroli di dekat pulau yang dikuasai China juga menerima pesan radio bernada sangat ofensif.

Baca juga: Kapal AS Berlayar Dekat Pulau Buatan China di Laut China Selatan

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber SCMP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X