Evolusi Musik Molam di Tengah Pusaran Politik Thailand

Kompas.com - 14/08/2018, 19:59 WIB
Bank memainkan musik Molam dengan penuh perasaan di Khon Kaen. Iramanya menghentak dan lagunya mendayu-dayu. WANMUHAIMIN PHOTO/CERITALAHBank memainkan musik Molam dengan penuh perasaan di Khon Kaen. Iramanya menghentak dan lagunya mendayu-dayu.

“Sesaat ku mendengar suaramu, sayangku... Hatiku luluh dan menjadi lemah”
“Oh! Lihat dirimu!”
“Wajahmu, bagaikan dilukis para dewa.”

MUSIK Molam memiliki jiwa. Iramanya menghentak, meski lagunya mendayu-dayu bicara soal cinta. Namun perlahan tenggelam di hamparan sawah Bangkok bagian tenggara dimana dunia Thai menyatu dengan kultur bangsa Lao di perbukitan.

Mungkin cara paling mudah untuk memahami bagaimana Molam dapat masuk (atau tidak) ke Thailand adalah membandingkannya dengan musik country yang selalu ditolak di area metropolis seperti New York dan Los Angeles, namun sangat hidup di belantara Nashville dan bagian selatan Amerika Serikat.

Khaen – alat musik tiup dari bambu, yang biasanya terdiri dari 16 pipa – menjadi tumpuan bunyi dari musik Molam.

Baca juga: Taman dan Persahabatan Indonesia-Thailand di KBRI Bangkok

Dengan “serangan” suara yang intens dan parau, Khaen merepresentasikan kehadiran identitas Lao – sesuatu yang sejak dahulu ingin diredam oleh pemimpin-pemimpin di Thailand.

Ketegangan antara kebijakan “ Thaifikasi” Bangkok, yang berupaya menghomogenisasi penduduk, dan penolakan keras dari provinsi-provinsi terluarnya – seperti di wilayah Isaarn yang memiliki populasi lebih dari 21 juta – bersumber dari sejarah politik di Thailand.

Tim Ceritalah baru saja mengunjungi provinsi Khon Khaen untuk mendengar dan menikmati Molam (musiknya memang enak) untuk mendapat gambaran bagaimana kecenderungan politik di Isaarn – yang memiliki akar kultural Lao yang kuat.

Selama hampir 21 tahun, keluarga Shinawatra merupakan kekuatan politik terbesar di wilayah tersebut. Kebijakan mereka yang pro-petani telah memberikan mereka banyak dukungan grass root di seluruh Isaarn.

Mereka sangat mengidolakan mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra, dengan kebijakan asuransi kesehatan universal yang memberikan akses kepada 2/3 populasi di Thailand.

Patiwat Saraiyaem (seringkali dikenal dengan nama panggungnya, Molam Bank atau Bank) adalah seorang penyanyi berusia 29 tahun dari provinsi Sakon Nakhon. Ia sudah naik panggung sejak berusia 13 tahun.

Baca juga: Serupa Jakarta, Co-working Space di Bangkok Jadi Tren

Ia juga pernah menjadi aktor teater. Tapi itu semua mengingatkannya terhadap kenangan buruk.

“Saya pernah dipenjara di Bangkok pada 2014 karena tuduhan lèse majesté (penghinaan terhadap kerajaan). Saya baru bebas Agustus 2016. Saya memainkan peran menjadi penasihat raja Thailand di sebuah produksi berjudul “The Wolf Bride”. Saya mengutarakan hal yang seharusnya tidak saya ucapkan… Maaf saya tidak bisa mengucapkannya dengan kencang,” ujar Bank sambil meminta maaf dengan tawa yang gugup.

Khon Khaen adalah salah satu kota besar di Isaarn. Shinawatra telah menjadi kekuatan politik yang mendominasi di wilayah ini selama hampir 20 tahun.Muhaimin E-Taela for Ceritalah Khon Khaen adalah salah satu kota besar di Isaarn. Shinawatra telah menjadi kekuatan politik yang mendominasi di wilayah ini selama hampir 20 tahun.
Penampilan Bank yang kontroversial merupakan pengingat akan hari kelam di sejarah Thailand modern – pembantaian di perguruan tinggi Thammasat University yang mengakibatkan tewasnya 100 pelajar dan 800 korban luka saat mereka protes terhadap pemimpin militer saat itu, Thanom Kittikachorn.

Interpretasi lèse majesté sendiri sangat luas. Pasal 112 dari hukum tersebut dapat memberikan hukuman penjara terhadap siapa saja yang “memfitnah, mencela, atau mengancam” pihak kerajaan selama maksimum 15 tahun, sebuah hukum yang tak berubah selama 11 dekade.

Sepertinya ucapan, dan juga budaya, telah menjadi sebuah ajang pertarungan di Thailand yang makin terpolitisasi.

Meskipun begitu, junta militer yang dikepalai oleh Prayut Chan-o-cha, sedang merayu pemilih di Isaarn untuk menghadapi Pemilihan Umum nanti – yang paling lambat diadakan pada Februari 2019 (jika memang akan diadakan).

Meski para elit di Bangkok mengkritisi kebijakan sosial Shinawatra, sekarang di bawah pemerintahan Prayut sebanyak 11,7 juta penduduk – banyak yang tinggal di Isaarn – telah mendapatkan kartu sosial yang memberikan mereka bantuan tunai sebesar THB200 – THB300 per bulan.

Namun, mendengarkan lagi musik Bank di Khon Kaen, seolah mengembalikan kita ke masa lampau.

Ditemani Khaen miliknya dan sebuah keyboard, Bank mulai bergoyang mengikuti irama dan tangannya yang meliuk-liuk mengikuti melodi.

Sadar akan ketidaksukaan Bangkok terhadap semua hal berbau Lao dan Isaarn, lagu-lagu Bank terdengar semakin tajam dan politis, tanpa mengorbankan keanggunannya.

“Negara ini bahkan berusaha mengasimilasikan Molam ke 'tingkat yang lebih tinggi', agar lebih cocok untuk para aristokrat dan elit,” ujar Bank.

Bank pun saat ini sedang melakukan segala hal untuk melawan apa yang ia anggap sebagai upaya untuk mengendalikan sebuah budaya dan warisan yang kaya.

“Saya berusaha membantu Molam berevolusi dengan menggabungkan yang lama dan baru, supaya Molam dapat bertahan menjadi sesuatu yang dinikmati oleh semua – bukan cuma elit. Molam ini untuk semua dan saya akan selalu memainkan Molam untuk rakyat,” tuturnya.*

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jika Jadi Presiden, Bernie Sanders Akan Temui Kim Jong Un dan Musuh AS Lainnya

Jika Jadi Presiden, Bernie Sanders Akan Temui Kim Jong Un dan Musuh AS Lainnya

Internasional
Austria dan Perancis Jaga Jarak dengan Italia agar Tak Tertular Virus Corona

Austria dan Perancis Jaga Jarak dengan Italia agar Tak Tertular Virus Corona

Internasional
Di India, Trump Yakin Bakal Disambut Jutaan Orang

Di India, Trump Yakin Bakal Disambut Jutaan Orang

Internasional
Kru Diamond Princess asal Indonesia Tidak Mau Dijemput Pakai Kapal

Kru Diamond Princess asal Indonesia Tidak Mau Dijemput Pakai Kapal

Internasional
Mahathir Mundur, Istri Anwar Ibrahim Berpeluang Jadi PM Perempuan Malaysia Pertama

Mahathir Mundur, Istri Anwar Ibrahim Berpeluang Jadi PM Perempuan Malaysia Pertama

Internasional
Pria Ini Lahap Menyantap Burger McDonald's yang Dikubur Selama Setahun

Pria Ini Lahap Menyantap Burger McDonald's yang Dikubur Selama Setahun

Internasional
Penumpang Diamond Princess Positif Virus Corona Saat Keluar, Metode Karantina Jepang Dipertanyakan

Penumpang Diamond Princess Positif Virus Corona Saat Keluar, Metode Karantina Jepang Dipertanyakan

Internasional
Korea Selatan Jadi Pusat Virus Corona Terbesar di Luar China

Korea Selatan Jadi Pusat Virus Corona Terbesar di Luar China

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Per 24 Februari 2020 Capai 2.592

Korban Meninggal Virus Corona di China Per 24 Februari 2020 Capai 2.592

Internasional
Angka Infeksi Virus Corona Capai Lebih Dari 100 Orang, 10 Ribu Warga Italia Dikarantina

Angka Infeksi Virus Corona Capai Lebih Dari 100 Orang, 10 Ribu Warga Italia Dikarantina

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Korban Bully Quaden Bayles Dikabarkan Berusia 18 Tahun | Menikah Massal di Tengah Virus Corona

[POPULER INTERNASIONAL] Korban Bully Quaden Bayles Dikabarkan Berusia 18 Tahun | Menikah Massal di Tengah Virus Corona

Internasional
Ambisi Gantikan Mahathir Jadi PM Malaysia Kandas, Anwar Ibrahim Kaget Dikhianati

Ambisi Gantikan Mahathir Jadi PM Malaysia Kandas, Anwar Ibrahim Kaget Dikhianati

Internasional
Singkirkan Anwar Ibrahim, Mahathir Akan Umumkan Koalisi Pemerintahan Baru?

Singkirkan Anwar Ibrahim, Mahathir Akan Umumkan Koalisi Pemerintahan Baru?

Internasional
Wabah Virus Corona, Turki dan Pakistan Tutup Pintu Perbatasan dengan Iran

Wabah Virus Corona, Turki dan Pakistan Tutup Pintu Perbatasan dengan Iran

Internasional
Presiden Xi Jinping: Virus Corona adalah Darurat Kesehatan Terbesar China

Presiden Xi Jinping: Virus Corona adalah Darurat Kesehatan Terbesar China

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X