Kompas.com - 14/08/2018, 14:19 WIB
Orang-orang berjalan di depan patung pemimpin Korea Utara Kim Il Sung (kiri) dan Kim Jong Il (kanan), setelah meletakkan bunga untuk menandai ulang tahun keenam kematian Kim Jong Il, di bukit Mansu, Pyongyang, Minggu (17/11/2017). (AFP/Kim Won Jin) Orang-orang berjalan di depan patung pemimpin Korea Utara Kim Il Sung (kiri) dan Kim Jong Il (kanan), setelah meletakkan bunga untuk menandai ulang tahun keenam kematian Kim Jong Il, di bukit Mansu, Pyongyang, Minggu (17/11/2017). (AFP/Kim Won Jin)

PYONGYANG, KOMPAS.com - Kendati negara tertutup, Korea Utara masih membuka sedikit celah bagi wisatawan untuk mengunjungi negara tersebut.

Menjelang perayaan Hari Nasional Republik Rakyat Demokratik Korea pada 9 September 2018, Korea Utara menghentikan proses permintaan visa turis bagi wisatawan asing.

Demikian laporan dari biro wisata berbasis di China, seperti diwartakan AFP pada Selasa (14/9/2018).

Baca juga: Warganya Ditahan Korea Utara, Pemerintah Jepang Dilanda Kepanikan

Biro perjalanan wisata Koryo Tours menyatakan, pihak manajemennya mendapat pemberitahuan bahwa seluruh aplikasi visa turis sedang dibekukan.

Dalam situs resminya, Koryo Tours tidak menyebutkan alasan spesifik mengenai penangguhan tersebut. Namun, kemungkinan karena Korea Utara sedang menyiapkan perayaan hari nasional.

"Ini menunjukkan bahwa kepemimpinan tinggi negara ini menekan sementara sektor pariwisata sampai ada kejelasan delegasi siapa yang datang dan berapa banyak orang," demikian laporan dari biro wisata.

Parade militer dan Mass Games yang melibatkan ribuan orang melakukan koreografi akrobatik serentak diperkirakan akan meramaikan acara tersebut pada tahun ini.

Spekulasi mencuat mengenai potensi Korea Utara yang akan pamer beberapa senjata dalam pawai.

Baca juga: Mewahnya Stasiun Kereta Bawah Tanah di Korea Utara

Presiden China Xi Jinping juga diyakini menjadi tamu istimewa dalam perayaan hari nasional Korea Utara.

Dalam pidato Tahun Baru pada Januari lalu, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengatakan penduduknya akan menyambut hari jadi republik mereka melalui sebuah gelaran acara terbaik.

Seperti diketahui, pada 9 September 1948, Republik Demokratik Rakyat Korea lahir di wilayah Utara Korea dengan Kim Il Sung sebagai pemimpinnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.