Ribuan Warga Iringi Pemakaman Anak-anak Yaman yang Tewas Dihantam Misil

Kompas.com - 14/08/2018, 10:34 WIB
Ribuan warga Yaman meluapkan kemarahan terhadap Arab Saudi dan Amerika Serikat saat menghadiri pemakaman massal korban tewas koban sebuah bus yang dihantam misil koalisi di kota Saada, basis pemberontak Houthi.  Akibat serangan misil pada Kamis (9/8/2018) itu puluhan orang tewas termasuk 40 orang anak-anak. AFP/STRINGERRibuan warga Yaman meluapkan kemarahan terhadap Arab Saudi dan Amerika Serikat saat menghadiri pemakaman massal korban tewas koban sebuah bus yang dihantam misil koalisi di kota Saada, basis pemberontak Houthi. Akibat serangan misil pada Kamis (9/8/2018) itu puluhan orang tewas termasuk 40 orang anak-anak.

SAADA, KOMPAS.com - Ribuan warga Yaman berkumpul untuk mengiringi kepergian puluhan anak yang tewas dalam serangan terhadap bus oleh koalisi pimpinan Arab Saudi pada pekan lalu.

Pemakaman digelar di Saada, sebuah wilayah yang dikuasai oleh kelompok Houthi.

BBC mengabarkan pada Selasa (14/8/2018), massa menyerukan protes terhadap Arab Saudi yang mendukung pasukan pemerintah Yaman untuk memerangi kelompok tersebut.

Sementara, jenazah anak-anak dibungkus kain putih dan dibawa dalam mobil berlogo Houthi.

Baca juga: Video Tampilkan Saat Bus Berisi Anak-anak Yaman Dihantam Misil Saudi

Otoritas setempat menyatakan, sebanyak 51 orang, termasuk 40 anak-anak, tewas dalam serangan udara ketika mereka sedang berada di dalam bus. Kebanyakan anak-anak yang tewas berusia 10 hingga 13 tahun.

AFP melaporkan, sekitar 50 kendaraan mengangkut peti mati ke lapangan kota.

Peti-peti itu ditutupi dengan kain hijau dan foto para korban berbaris di tanah. Keluarga dan kerabat tampak menangis, serta sebagian melantunkan doa.

Para pelayat mengangkat foto anak-anak dan meneriakkan kalimat yang menentang Arab Saudi, sekutunya, serta kunci pemasok senjata yaitu Amerika Serikat.

"Amerika membunuh anak-anak Yaman," begitu tulisan dalam spanduk yang dibawa oleh warga.

Pejabat Houthi menyebut serangan itu sebagai kejahatan oleh Amerika dan sekutunya terhadap anak-anak Yaman.

Koalisi Saudi berupaya melawan kelompok pemberontak dengan menerima dukungan logistik dan intelijen dari AS, Inggris dan Perancis.

Baca juga: Arab Saudi Dikabarkan Tangkap Seorang Ulama Garis Keras

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres telah menyerukan penyelidikan independen dan cepat terkait serangan udara tersebut.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo berbicara dengan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman via telepon pada Senin (13/8/2018) untuk membahas situasi yang sedang berlangsung di Suriah, Irak, Afghanistan, dan Yaman.

Melansir dari Arab News, keduanya juga meninjau kinerja Utusan Khusus PBB untuk menyelesaikan konflik di Yaman.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Hong Kong Kepung Universitas Setelah Bentrok Semalaman dengan Demonstran

Polisi Hong Kong Kepung Universitas Setelah Bentrok Semalaman dengan Demonstran

Internasional
Rusia Bakal Kembalikan 3 Kapal yang Ditahan ke Ukraina

Rusia Bakal Kembalikan 3 Kapal yang Ditahan ke Ukraina

Internasional
Korea Utara Sebut Joe Biden 'Anjing Gila', Begini Reaksi Trump

Korea Utara Sebut Joe Biden "Anjing Gila", Begini Reaksi Trump

Internasional
Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

Internasional
Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Internasional
Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Internasional
Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Internasional
Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Internasional
Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Internasional
Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Internasional
Pelaku Penembakan Massal SMA AS yang Tewaskan 2 Murid Meninggal di Rumah Sakit

Pelaku Penembakan Massal SMA AS yang Tewaskan 2 Murid Meninggal di Rumah Sakit

Internasional
Abaikan Ancaman Sanksi AS, Turki Bakal Beli Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Abaikan Ancaman Sanksi AS, Turki Bakal Beli Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bocah 9 Tahun Lulus Sarjana | Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bocah 9 Tahun Lulus Sarjana | Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Ada Bau 'Kaus Kaki Basah', Pesawat Airbus Dikembalikan ke Perancis

Ada Bau "Kaus Kaki Basah", Pesawat Airbus Dikembalikan ke Perancis

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X