Bahas Gencatan Senjata di Gaza, PM Israel Diam-diam Temui Presiden Mesir

Kompas.com - 14/08/2018, 09:49 WIB
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat berbicara dalam pertemuan antar-menteri luar negeri Uni Eropa di Brussels, Senin (11/12/2017). EMMANUEL DUNAND / AFPPerdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat berbicara dalam pertemuan antar-menteri luar negeri Uni Eropa di Brussels, Senin (11/12/2017).

TEL AVIV, KOMPAS.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dikabarkan mengunjungi Mesir untuk bertemu Presiden Abdel Fattah al-Sisi guna membahas gencatan senjata di Jalur Gaza pada Mei lalu.

Kabar itu dilaporkan oleh televisi nasional swasta Israel, Channel 10, pada Senin (13/8/2018). Channel 10, seperti dikutip dari AFP, menyebut pertemuan keduanya berlangsung pada 22 Mei 2018.

Berdasarkan sumber dari AS, Netanyahu dan Sisi membahas kemungkinan gencatan senjata jangka panjang di Jalur Gaza, area di mana Israel sejak 2008 telah berperang sebanyak tiga kali dengan Hamas.

Baca juga: Netanyahu Ingin Israel Gencatan Senjata Total dengan Hamas

Netanyahu dan Sisi dilaporkan juga berdiskusi mengenai kemungkinan kembalinya Otoritas Palestina ke wilayah itu, pelonggaran blokade Israel dan rekonstruksi infrastruktur akibat perang.

Terkait laporan tersebut, kantor kepresidenan Mesir belum memberikan tanggapan.

Pertemuan keduanya terjadi setelah aksi unjuk rasa massal pada 14 Mei 2018 di perbatasan Gaza, yang memprotes pembukaan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Yerusalem.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bentrokan pada aksi demonstrasi itu menyebabkan 63 warga Palestina tewas.

Gaza terletak di antara Israel dan Mesir. Negeri Piramida itu sebelumnya pernah menjadi penengah antara Israel dan kelompok Hamas yang mengendalikan wilayah kantong pesisir.

Selama ini, sudah ada upaya PBB dan Mesir untuk mengamankan gencatan senjata jangka panjang antara Israel dan Hamas, meski pejabat Israel enggan berkomentar.

Hamas dan Israel dilaporkan bersepakat melakukan gencatan senjata pasca-serangan yang terjadi di Jalur Gaza pada Kamis (9/8/2018) dengan mediasi oleh PBB dan Mesir.

Sebelumnya, pada Minggu lalu, Netanyahu berharap ada gencatan senjata total dengan kelompok Hamas yang menguasai Gaza.

Baca juga: Hamas dan Israel Capai Gencatan Senjata Pasca-serangan Udara

"Kita saat ini berada di tengah-tengah kampanye melawan teror di Gaza dan ini tidak akan berakhir dengan sekali gebrakan," katanya.

"Apa yang kami inginkan jelas, yakni gencatan senjata secara total. Kita tidak boleh puas jika kurang dari itu," tambahnya

Netanyahu berada dalam tekanan politik untuk bertindak lebih keras terhadap Hamas, meskipun kedua pihak enggan untuk memulai perang keempat mereka sejak 2008.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.