Kompas.com - 14/08/2018, 06:06 WIB

TEHERAN, KOMPAS.com - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menegaskan tidak akan ada perang maupun negosiasi dengan Amerika Serikat.

Selain itu, Khamenei turut mengatakan bahwa permasalahan yang tengah dihadapi Iran saat ini lebih sebagai akibat kesalahan menjalankan pemerintahan dan bukan dampak dari sanksi baru AS.

Pernyataan Khaemenei itu sekaligus menjadi kritikan kepada Presiden Iran Hassan Rouhani menyusul jatuhnya nilai mata uang rial dan meluasnya aksi protes warga atas kenaikan harga dan juga korupsi.

Khamenei juga kembali menegaskan tidak ada harapan untuk pembicaraan baru dengan Washington, setelah Presiden Donald Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015 dan pemberlakuan sanksi terhadap Teheran.

Baca juga: Trump: Siapapun Berhubungan dengan Iran, Dilarang Berbisnis dengan AS

"Belakangan ini, para pejabat AS banyak berbicara terang-terangan tentang kami. Selain sanksi, mereka bicara tentang perang dan negosiasi," kata Khamenei melalui akun Twitter resminya.

"Dalam hal ini, izinkan saya menyampaikan kepada masyarakat bahwa tidak akan ada perang atau pun negosiasi antara kami dengan AS."

Meski AS telah kembali memberlakukan sanksi kepada Iran, banyak pihak termasuk di tingkat lembaga tertinggi, yang melihat perselisihan tersebut hanya berdampak pada masalah lama di dalam negeri.

"Masalah mata pencaharian hari ini tidak muncul dari luar, namun lebih bersifat internal,' kata Khamenei dalam twit lainnya.

"Tapi bukan berarti sanksi tidak berdampak, hanya saja faktor utamanya adalah bagaimana kita menanganinya," lanjutnya.

Komentar yang disampaikan Khamenei mencerminkan kritik terhadap manajemen ekonomi Presiden Rouhani dari ulama senior dan anggota Garda Revolusi. Demikian dilansir dari AFP.

Baca juga: Trump Berlakukan Kembali Sanksi untuk Iran, Ini Dampaknya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.