Hari Ini dalam Sejarah: Pembangunan Tembok Berlin

Kompas.com - 13/08/2018, 16:54 WIB
Tembok Berlin menapaki jalan melalui kota Berlin Tembok Berlin menapaki jalan melalui kota Berlin

KOMPAS.com - Hari ini 57 tahun lalu, tepatnya 13 Agustus 1961, Pemerintah Jerman Timur (yang saat itu diduduki Soviet), membangun Tembok Berlin.

Pembangunan tembok ini menjadi pemisah antara Berlin Barat dan Berlin Timur.

Selain membangun tembok, Jerman Timur juga membangun menara di sepanjang jalan dan pendirian daerah terlarang yang dipasang ranjau anti-kendaraan.

Awal mula


Setelah Perang Dunia II selesai, Perjanjian Potsdam membagi wilayah Jerman menjadi empat wilayah yang masing-masing dikuasai Amerika Serikat, Britania Raya, Perancis, dan Uni Soviet.

Berdasarkan perjanjian ini, pihak Sekutu mempunyai kewenangan untuk menduduki militer dan pembangunan kembali pasca PD II. Sebagai ibu kota, Berlin masuk dalam kekuasaan Soviet.

Pemimpin Soviet, Joseph Stalin mempunyai misi tersendiri untuk menggabungkan beberapa negara ke Blok Timur yang meliputi Polandia, Hungaria, Cekoslowakia, dan wilayah Jerman yang dikuasai Soviet.

Dalam perjalanannya, terdapat perubahan suhu politik antara pihak Sekutu termasuk Soviet, di mana ia tak mau membangun kembali Jerman setelah adanya perjanjian tersebut.

Dengan tidak adanya kesepakatan mengenai rekonstruksi ulang mengenai Jerman, Stalin memerintahkan untuk memblokade Berlin dengan tujuan mencegah masuknya kebutuhan kebutuhan logistik, dan kebutuhan lainnya yang dipasok ke Berlin Barat.

Menanggapi hal itu, Amerika, Inggris, Perancis, dan beberapa negara lainnya mengirimkan bantuan ke Berlin.

Hal ini memunculkan reaksi keras Soviet yang saat itu menduduki Jerman Timur.

Pada 7 Oktober 1949, Republik Demokratik Jerman (Jerman Timur) dideklarasikan. Sejak itu, Soviet memiliki kewenangan penuh terhadap militer, polisi, dan administrasi di wilayah Jerman Timur.

Kondisi Jerman Barat yang saat itu dikuasai Amerika Serikat, Perancis, dan Inggris sudah lebih sejahtera jika dibandingkan Jerman Timur.

Halaman Berikutnya
Halaman:


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya


Close Ads X