Kompas.com - 13/08/2018, 11:52 WIB

OTTAWA, KOMPAS.com - Penduduk muslim Kanada mengaku cemas mengenai krisis diplomatik negaranya dengan Arab Saudi akan mempengaruhi perjalanan ibadah haji tahun ini.

Melansir The Star, Minggu (12/8/2018), biro perjalanan Eco Travels di Kanada menyebutkan, banyak penduduk Kanada memilih melakukan ibadah haji melalui penerbangan dari negara lain di Eropa.

Di sisi lain, jemaah mengaku tetap khawatir tentang penerimaan mereka ketika sampai di Saudi.

"Orang-orang agak khawatir karena kemungkinan reaksi saat berada di sana," ucap Aminah Aboughoushe, karyawan Eco Travels.

Baca juga: Buntut Krisis Diplomatik, Pasien Saudi di Kanada Dipindahkan ke AS

"Yang terbaik adalah, jangan membicarakan politik dengan penduduk setempat," imbuhnya.

Beberapa biro perjalanan lain terpaksa mengubah tiket menuju Saudi karena kebanyakan jemaah memesan penerbangan dari Toronto.

"Kami tidak punya penerbangan langsung ke Arab Saudi. Penerbangan kami akan menuju ke Eropa dengan maskapai Air Canada," kata Aboughoushe.

Sementara itu, berdasarkan data dari Dewan Nasional Muslim Kanada (NCCM), penduduk Kanada yang dijadwalkan berpergian ke dan dari Saudi menggunakan maskapai Saudia Arabian Airlines atau Saudia harus kembali setelah 13 Agustus 2018.

Mereka harus menghubungi untuk maskapai penerbangan atau agen perjalanan masing-masing guna mencari alternatif perjalanan pulang.

Maskapai Saudia akan menangguhkan semua penerbangan langsung ke Toronto pada pekan depan.

Baca juga: Terkait Saudi, Kanada Diam-diam Minta Bantuan Jerman dan Swedia

"Turis yang gagal membuat pemesanan tiket alternatif bakal dicegah kembali ke Kanada sehingga berisiko terjebak di Saudi untuk waktu yang tidak ditentukan," kata juru bicara NCCM, Leila Nasr.

Arab News melaporkan, sebanyak lebih dari 1,3 juta jemaah haji diperkirakan akan sampai di Saudi pada tahun ini selama penyelenggaraan ibadah haji.

Pemerintah Saudi akan memulai ibadah haji pada 19 Agustus 2018.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.